Karakteristik
Seekor babi tanah dapat menggali tanah yang keras lebih cepat dibandingkan beberapa orang yang menggali dengan sekop.[4] Babi tanah bisa makan hingga 50.000 serangga setiap malam yang mereka kumpulkan dengan lidah lengket yang dapat mereka panjangkan hingga 30 sentimeter.[4] Babi tanah tidak mengunyah makanannya, mereka menelan seluruh makanan dan melakukan penggilingan di daerah otot perut.[4]
Babi tanah merupakan hewan yang aktif pada malam hari (nokturnal).[4] Mereka menghabiskan waktu pagi hari dengan tidur meringkuk di dalam sarangnya.[4] Namun, terkadang mereka juga terlihat berkeliaran di luar pada siang hari dan sore hari yang dingin.[4] Pada malam hari, mereka meninggalkan sarang dan mulai mencari makanan.[4] Mereka mencari semut dan rayap untuk dimakan dengan cara berjalan zigzag menyusuri tanah dengan moncongnya.[4] Mereka cenderung berjalan dengan cara menancapkan cakarnya ke tanah serta tampak agak lambat dan canggung.[4] Jika berjalan pada tanah yang lunak, ekornya akan terseret dan meninggalkan jejak di belakangnya.[4]
Persebaran babi tanah sangat ditentukan oleh persebaran spesies semut dan rayap yang cocok sebagai makanan mereka.[3] Hewan ini tersebar di wilayah selatan Sahara, yaitu mulai dari Senegal ke Ethiopia hingga ke Afrika Selatan.[3] Babi tanah dapat dijumpai di negara-negara di Afrika, antara lain: Angola, Botswana, Burkina Faso, Burundi, Kamerun, Republik Afrika Tengah, Chad, Kongo, Republik Demokratik Kongo, Djibouti, Eritrea, Ethiopia, Gabon, Gambia, Ghana, Guinea-Bissau, Kenya, Malawi, Mali, Mozambik, Namibia, Niger, Nigeria, Rwanda, Senegal, Sierra Leone, Somalia, Afrika Selatan, Sudan, Swaziland, Tanzania, Uganda, Zambia, dan Zimbabwe.[3]