ENSIKLOPEDIA
Transportasi di Jabodetabek
| Transportasi di Jabodetabekjur Jabodetabekjur | |
|---|---|
Pumpunan Moda Cakra Selaras Wahana adalah salah satu pusat Integrasi Transportasi umum, terdapat Layanan Transjakarta dan MRT Jakarta diantaranya. | |
Beberapa Transportasi umum yang terdapat di wilayah Jabodetabekjur | |
| Info | |
| Wilayah | Jabodetabekjur |
| Jenis | KRL Commuter Line MRT Jakarta LRT Jakarta LRT Jabodebek Transjakarta Transjabodetabek Reguler BisKita Trans Pakuan BisKita Trans Bekasi Patriot BisKita Trans Wibawa Mukti Trans Depok Trans Beken Trans Tangerang Ayo Mikrotrans Angkutan Kota (Angkot) reguler Taksi Ojek Pesawat terbang |
| Jumlah jalur | 35 jumlah rute (hanya sistem angkutan massal terpadu) |
| Penumpang tahunan | 654,6 juta penumpang |
| Situs web | www |
| Teknis | |
| Panjang sistem | 626,6 km (hanya KRL Commuter Line, Transjakarta, MRT Jakarta, LRT Jabodebek dan LRT Jakarta) |
| Kecepatan rata-rata | 50-120 km/jam |
Jabodetabekjur, adalah sebuah wilayah metropolitan yang memiliki populasi terpadat di Indonesia. Wilayah ini mencakup ibu kota negara, yaitu Daerah Khusus Ibukota Jakarta, serta lima kota satelit dan tiga kabupaten di sekitarnya. Luas wilayah Jabodetabekjur mencapai 6,43789 km2 (2,48560 sq mi) dan menurut Sensus Penduduk Indonesia 2020, jumlah penduduknya mencapai 31,24 juta orang. Dengan demikian Jabodetabekjur merupakan kawasan perkotaan terpadat kedua di dunia setelah Tokyo sehingga menjadi salah satu isu krusial di Jabodetabekjur.[1] Jakarta sendiri dianugerahi Sustainable Transport Award (STA) 2021 untuk sistem transportasi umum terpadu.[2]
Pemerintah pusat dan Jakarta sendiri memprioritaskan pembangunan jaringan jalan yang sebagian besar dirancang untuk mengakomodasi kendaraan pribadi.[3] Sistem bus swasta seperti Kopaja, Metromini, Mayasari Bakti dan PPD juga menyediakan layanan penting bagi komuter Jakarta dengan banyak rute di seluruh kota. Becak dilarang masuk kota karena menyebabkan kemacetan lalu lintas. Bajaj Becak bermotor menyediakan transportasi lokal di jalan beberapa bagian kota. angkot mikrolet juga berperan besar dalam transportasi darat di Jakarta. Taksi dan ojek juga tersedia di kota. Per Januari 2023, sekitar 2,6 juta orang menggunakan transportasi umum setiap hari di Jakarta.[4]
Infrastruktur
Jalan Raya

Jalan raya utama di Jabodetabekjur terbagi menjadi jaringan arteri primer yang menghubungkan pusat kota Jakarta dengan daerah penyangga (Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Cianjur) dan jalan arteri sekunder di dalam kota. Jaringan jalan raya utama ini dikelola oleh pemerintah pusat (Jalan Nasional) atau pemerintah daerah.[5]
Jalan Layang non-tol
Tanah Abang-Kampung Melayu

Jalan Layang Nontol Tanah Abang–Kampung Melayu adalah jalan layang nontol yang menghubungkan Tanah Abang dengan Kampung Melayu. Pembangunan jalan layang ini dimulai pada tahun 2010 dan diresmikan pada Desember 2013. Proyek ini diprakarsai oleh Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta dan terbentang di atas Jalan Casablanca, Satrio dan Mas Mansyur serta melintang di atas Jalan Jenderal Sudirman.
Antasari

Jalan Layang Non-Tol Antasari adalah jalan layang yang menghubungkan Jalan Pangeran Antasari-Blok M. Pembangunannya dilaksanakan pada November 2010 dan diresmikan pada November 2012. Jalan ini memiliki panjang 4.876,00 meter atau sekitar panjangnya 4.87 kilometer dan mempunyai lebar sekitar 8,75 meter, ruas jembatan layang ini dimulai dari Pasar Impres Cipete hingga Lapangan Mabak Blok M.[6]
Koridor 13

Jalan Layang non-tol Koridor 13 atau yang dikenal Jalur Langit Transjakarta adalah jalan layang yang dikhususkan untuk Bus Transjakarta yang membentang dari Tegal Parang hingga Petukangan Utara. Jalan Layang yang dibagun sejak tahun 2015 dan diresmikan pada tahun 2017 ini memiliki ketinggian 24 meter dan memiliki panjang sekitar 9,3 kilometer.[7]
Jalan Tol

Jaringan Jalan tol di Jabodetabekjur terdiri dari sekitar 25 ruas tol utama yang saling terintegrasi menjadi beberapa sistem lingkar (ring road) dan jalur lintas luar untuk menghubungkan pusat ibukota Jakarta dengan wilayah penyangga. [8]Beberapa jaringan Jalan tol di Jabodetabekjur diantaranya:
- Jalan Tol Lingkar Dalam Kota (JIRR)
- Cawang-Grogol-Pluit
- Prof Dr. Sedyatmo
- Ir. Woyoto Wiyono (Cawang-Tanjung Priok)
- Jalan Tol Lingkar Dalam Kota 2 (JIRR 2)
- Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR I)
- Penjaringan-Kebon Jeruk (W1)
- Kebon Jeruk-Ulujami (W2)
- Pondok Pinang-TMII (S)
- TMII-Cakung-Cilincing (E)
- Akses Tanjung Priok
- Pelabuhan 2
- Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta 2 (JORR II)
- Jalan Tol Akses Utama
Jalur Sepeda
Pemerintah kota telah melakukan proyek untuk membangun jalur sepeda sepanjang sekitar 500 kilometer. Per Juni 2021, Jakarta sudah memiliki jalur sepeda sepanjang 63 kilometer, dan akan ditambah 101 kilometer lagi pada akhir tahun 2021.[9][10]
Terminal dan Stasiun


Ada banyak terminal bus di Jakarta, dari mana bus beroperasi di banyak rute untuk menghubungkan lingkungan di dalam batas kota, ke wilayah lain di Jabodetabekjur dan ke berbagai kota di Pulau Jawa. Terminal bus terbesar adalah Terminal Pulo Gebang, yang bisa dibilang terbesar di Asia Tenggara.[11] Terminal utama untuk layanan kereta api antarkota adalah Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen. Stasiun Halim juga merupakan stasiun kereta cepat satu-satunya di Indonesia setelah diluncurkan pada bulan September 2023 diikuti dengan uji coba operasional kereta cepat Whoosh.
Kawasan Berorientasi Transit
Pemprov DKI tengah membangun pembangunan berorientasi transit seperti Dukuh Atas dan Pumpunan Moda Cakra Selaras Wahana di beberapa kawasan di Jakarta untuk memfasilitasi komuter untuk berpindah antar moda Transportasi umum yang berbeda.
Simpang Temu Dukuh Atas

Simpang Temu Dukuh Atas (dahulu dikenal sebagai kawasan berorientasi transit Dukuh Atas atau KBT Dukuh Atas) adalah sebuah kawasan pembangunan berorientasi transit yang terletak dibelah Kanal Banjir Barat, di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan. KBT ini merupakan salah satu dari beberapa KBT yang dibangun di seantero Jakarta untuk memfasilitasi perpindahan orang pada sejumlah moda transportasi umum yang berbeda.[12]
Pumpunan Moda Cakra Selaras Wahana

Pumpunan Moda Cakra Selaras Wahana (disingkat menjadi CSW, singkatan dari Centrale Stichting Wederopbouw) adalah sebuah pumpunan moda bergaya art-deco yang terletak di Kelurahan Selong, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Lebih tepatnya berada di persimpangan antara Jalan Kyai Maja–Trunojoyo dan Jalan Panglima Polim–Sisingamangaraja. Pusat transit antarmoda ini menghubungkan Koridor 13 Transjakarta rute Ciledug – Tegal Mampang, Koridor 1 rute Blok M – Kota, dan Lin Utara–Selatan MRT Jakarta. Bangunan ini berupa jembatan penyebrangan bergaya art deco yang berbentuk melingkar, menghubungkan empat halte Transjakarta yakni, CSW 1, CSW 2, ASEAN, Kejaksaan Agung dan Stasiun MRT ASEAN di utara persimpangan.[13]
Okupansi
Per September 2022, cakupan layanan angkutan umum Jakarta sudah mencapai 86 persen, yang ditargetkan meningkat menjadi 95 persen. Rapid transit di Jabodetabekjur terdiri dari TransJakarta BRT, LRT Jakarta, MRT Jakarta, KRL Commuter Line, dan Lin Soekarno-Hatta.[14] Pada 2026, okupansi transportasi umum di wilayah Jabodetabekjur menunjukkan peningkatan volume penumpang. Berbagai moda transportasi utama mencatat rekor lonjakan seiring pergeseran masyarakat menggunakan transportasi publik.[15]
Kebijakan
Fitur penting dari sistem jalan Jakarta saat ini adalah jaringan jalan tol. Terdiri dari Jalan Tol Lingkar Dalam Jakarta, Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta, dan Jalan Tol Layang Dalam Kota Jakarta serta lima jalan tol yang memancar keluar Jakarta, jaringan ini menyediakan koneksi dalam dan luar kota. Kebijakan 'ganjil-genap' membatasi penggunaan jalan raya hanya untuk mobil dengan pelat nomor ganjil atau genap pada hari tertentu sebagai tindakan transisi untuk mengurangi kemacetan lalu lintas hingga diberlakukannya sistem jalan berbayar atau electronic road pricing.
Transportasi rel
Kereta api komuter

Salah satu layanan kereta komuter di Jabodetabek adalah KAI Commuter berbasis Kereta rel listrik. KRL Commuter Line adalah moda transportasi kereta komuter yang berbasis Kereta rel listrik. Layanan ini dahulu bernama KRL Jabodetabek, dan dioperasikan oleh Divisi Jabodetabek pada 2008. dan saat ini bernama KRL Commuter Line yang dioperasikan oleh KAI Commuter. [16]
Sistem kereta listrik di Indonesia pertama kali diperkenalkan oleh perusahaan kereta api milik pemerintah Hindia Belanda, Staatsspoorwegen (SS), pada 6 April 1925 dengan lintas layanan Tanjungpriok — Meester Cornelis (kini Jatinegara). Setelah kemerdekaan Indonesia, layanan ini berkembang menjadi sistem KRL komuter yang beroperasi di wilayah Jakarta dan sekitarnya.[17]
Kereta api antarkota

Kereta api antarkota dari Jakarta melayani rute ke berbagai kota di Pulau Jawa seperti Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surakarta, Surabaya, dan Malang. Keberangkatan utama dilayani oleh Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen.[18]
Sistem angkutan cepat

Pembangunan MRT di Jakarta dicetuskan oleh Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, B.J. Habibie.[19] Jalur pertama MRT Jakarta resmi dioperasikan pada 24 Maret 2019 setelah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo.[20]
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengelola layanan sistem angkutan cepat. Layanan tersebut adalah MRT Jakarta yang sebagai layanan kereta bawah tanah pertama di Indonesia menggunakan jalur layang dan bawah tengah yang membentang dari Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat. [21]
Rel ringan

Pemprov DKI Jakarta mengelola LRT Jakarta melalui PT Jakarta Propertindo masih beroperasi di Jakarta Utara dan Timur. Selain itu, PT Kereta Api Indonesia mengoperasikan LRT Jabodebek, menghubungkan Jakarta dengan Kota Depok dan Kota Bekasi. LRT Jabodebek merupakan sistem jaringan rel ringan kedua yang dikelola oleh PT KAI setelah LRT Palembang di Kota Palembang, Sumatra Selatan. [22]
Kereta Bandara Soekarno-Hatta

Ide mengenai KA Bandara Soekarno-Hatta telah tercetus sejak Soemino Eko Saputro menjabat sebagai Direktur Jenderal Perkeretaapian yang pertama. Pada 2006, ia mengemukakan perencanaan pembangunan jalur kereta api baru untuk mendukung operasional Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. Dalam rencana yang dibuat oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), jalur KA Bandara Soekarno-Hatta dimulai dari Stasiun Manggarai hingga ke kompleks Bandara dan dibangun 2007–2008, rampung 2009. Proyek ini ditaksir mencapai Rp490 miliar, yang mencakup peningkatan jalur kereta api segmen Duri–Kalideres, Kalideres–Soekarno-Hatta, peralatan persinyalan dan telekomunikasi, pembebasan lahan, Stasiun Kalideres, serta rancang bangun dan supervisi.[23]
Kalayang Bandara Soekarno-Hatta

Kalayang Bandara Soekarno-Hatta adalah sebuah layanan pengangkut penumpang sepanjang 3,05 kilometer yang melayani tiga terminal serta stasiun kereta bandara di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang, Banten, Indonesia. Kereta ini menjangkau Terminal 1 dan Terminal 2 bandara dengan waktu tempuh 5 menit, sementara Terminal 2 menuju Terminal 3 ditempuh dalam waktu 7 menit. Penumpang dapat menggunakan kereta ini tanpa dipungut biaya.[24]
Kereta cepat

Layanan kereta berkecepatan tinggi ini dioperasikan oleh PT Kereta Cepat Indonesia China yang 60% sahamnya dipegang oleh PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia, sementara sisanya dipegang oleh China Railway International Co. Ltd. melalui Beijing Yawan HSR Co. Ltd. Konsep kereta berkecepatan tinggi (HSR) di Indonesia pertama kali dibahas di Asian Investment Summit pada tahun 2013, dan rencana terperinci ditetapkan pada tahun 2015. Kereta Cepat Jakarta-Bandung mulai uji coba operasi dengan penumpang pada 7 September 2023, dan operasi komersial pada 2 Oktober 2023.[25]
Transportasi Bus
Bus Rapid Transit
Transjakarta

Transjakarta adalah salah satu sistem BRT (Bus Raya Terpadu) di Indonesia, dan merupakan BRT pertama di Asia Tenggara dan Asia Selatan. Transjakarta dirancang sebagai moda Transportasi yang mendukung aktIvitas ibu Kota Jakarta yang padat.[26]
Saat ini Transjakarta sudah membuka rute ke kota-kota pinggiran Jakarta seperti Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi menggunakan Layanan Transjakarta, Metrotrans,Royal Trans. Dan Transjakarta merencanakan 4 rute utama lagi yaitu Koridor 15,16,17,18,19.
BisKita Trans Pakuan

BisKita Trans Pakuan adalah layanan angkutan umum berbasis bus raya terpadu di Kota Bogor dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang menerapkan mekanisme subsidi BTS (Buy The Service) oleh Direktorat Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Kementerian Perhubungan.[27]
BisKita Trans Bekasi Patriot

BisKita Trans Bekasi Patriot (atau disingkat TBP) adalah layanan angkutan umum berbasis Bus Raya Terpadu di Kota Bekasi, yang menerapkan mekanisme subsidi BTS (Buy The Service) oleh Direktorat Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Kementerian Perhubungan dan diselenggarakan berdasarkan standar pelayanan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.[28]
Trans Beken

Pemerintah Kota Bekasi resmi mengoperasikan layanan angkutan umum massal Trans Beken pada lintasan Terminal Bekasi–Harapan Indah. Peresmian dilakukan langsung oleh Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono sebagai bagian dari komitmen menghadirkan sistem transportasi publik yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berorientasi pada kenyamanan warga.[29]
BisKita Trans Wibawa Mukti

BisKita Trans Wibawa Mukti (atau disingkat TWM) adalah layanan angkutan umum berbasis bus raya terpadu di Kabupaten Bekasi, yang menerapkan mekanisme subsidi BTS (Buy The Service) oleh Direktorat Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Kementerian Perhubungan dan diselenggarakan berdasarkan standar pelayanan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.[30]
Trans Depok

Trans Depok adalah layanan angkutan umum berbasis bus raya terpadu di Kota Depok, Jawa Barat yang menerapkan mekanisme subsidi BTS (Buy The Service) oleh Direktoriat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan dan diselenggarakan berdasarkan standar pelayanan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. [31]
Trans Tangerang Ayo

Trans Tangerang Ayo (Tayo) adalah sistem bus raya terpadu yang mulai beroperasi pada tanggal 1 Desember 2016 di Kota Tangerang. Layanan BRT ini diciptakan untuk mengurangi kemacetan dan menyediakan kendaraan massal yang nyaman, aman, bersih, dan cepat.[32]
Bus PATAS (Cepat Terbatas)
Transjabodetabek Reguler

Layanan Transjabodetabek adalah pengembangan dari layanan Angkutan Perbatasan Terintegrasi Bus Transjakarta (APTB) yang sudah dihapus per 1 Juni 2016. Layanan ini dioperasikan oleh pemerintah pusat dan daerah seperti Transjakarta dan DAMRI dan operator bus swasta seperti Mayasari Bakti, Lorena, dan Sinar Jaya untuk melayani atau menaikturunkan penumpang dari wilayah pinggiran Jabodetabekjur menuju pusat Jakarta ataupun melintas kota-kota di Jabodetabek.[33]
Bus antarkota

Bus antarkota dari Jabodetabekjur melayani berbagai tujuan utama di Pulau Jawa, Sumatra, dan Kepulauan Nusa Tenggara. Operator populer seperti Sinar Jaya, Agra Mas, Gunung Harta, Harapan Jaya, serta DAMRI melayani rute ini. Layanan bus antarkota berpusat di terminal utama seperti Pulo Gebang, Kampung Rambutan, serta Kalideres yang kini didukung oleh Jalan Tol Trans-Jawa dan Trans-Sumatra.[34]
Angkutan perkotaan dan pengumpan
Mikrotrans

Mikrotrans adalah layanan Transportasi umum pengumpan berbasis Mobil penumpang umum (angkot) terintegrasi Transjakarta yang melayani titik pemberhentian sampai ke dalam lingkungan pemukiman.[35]Mikrotrans utamanya melayani kawasan di DKI Jakarta dan mencakup wilayah daerah perbatasan terdekat. Mikrotrans sebagai angkutan pengumpan atau feeder, terintegrasi dengan moda transportasi publik lainnya, seperti MRT, LRT, Transjakarta, dan KRL, sehingga masyarakat dapat melanjutkan perjalanan dengan mudah.[36]
Angkutan Kota reguler

Angkutan Kota reguler berperan penting dalam mendorong peralihan ke transportasi publik massal di kawasan Jabodetabekjur. Namun, sebagian besar armada yang digunakan masih berbasis bahan bakar fosil dan berkontribusi terhadap polusi udara yang tinggi.[37]
Minitrans

Angkutan pengumpan berupa bus di Jabodetabekjur adalah rute-rute bus pengumpan yang jangkauannya di dalam wilayah Provinsi DKI Jakarta dan sekitarnya. Rute-rute bus pengumpan ini kebanyakan memakai rute-rute bekas bus kota, seperti Kopaja dan Metromini. Penumpang yang akan naik dari kawasan yang tidak ada halte BRT-nya (tidak melalui halte), menunggu di pinggir jalan yang terdapat papan bergambar bus bertuliskan, "STOP, bus pengumpan Transjakarta". Penumpang hanya diizinkan untuk naik dan turun di titik angkut yang telah ditentukan.[38]
Transportasi udara

Sebagai gerbang utama wilayah udara Indonesia, Jabodetabekjur mempunyai dua bandar udara internasional yang melayani penerbangan domestik dan internasional seperti Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta di Kota Tangerang, Banten dan Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma di Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur.[39] Bandara lain di Jabodetabekjur termasuk Pangkalan Udara Pondok Cabe di Kota Tangerang Selatan, Banten dan lapangan terbang di Pulau Panjang, bagian dari Kepulauan Seribu.
Transportasi air
Angkutan Sungai Jakarta
Angkutan Sungai, atau yang lebih dikenal sebagai Waterways, adalah sistem transportasi alternatif yang memanfaatkan Sungai Ciliwung di DKI Jakarta, Indonesia. Sistem ini diresmikan pada 6 Juni 2007 oleh Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso. Namun, layanan ini dihentikan pada Januari 2008 oleh Gubernur Fauzi Bowo. Waterways merupakan bagian dari upaya penataan sistem transportasi di Jakarta yang dikenal sebagai Pola Transportasi Makro (PTM).[40]
Laut

Transportasi laut di Jakarta terbagi menjadi tiga fungsi utama yaitu pelayaran publik menuju Kepulauan Seribu, penyeberangan komuter antardaerah, dan pelayaran logistik nasional.[41]Jakarta memiliki beberapa pelabuhan utama yang terletak di pesisir Jakarta Utara, salah satu nya Pelabuhan Tanjung Priok, pelabuhan utama Jakarta, melayani banyak koneksi Kapal feri ke berbagai wilayah di Indonesia. Pelabuhan Tanjung Priok adalah pelabuhan tersibuk di Indonesia, dan pelabuhan tersibuk ke-21 di dunia pada tahun 2013, dengan menangani lebih dari 6,59 juta TEU.[42] Pelabuhan tersibuk di Indonesia dan pelabuhan utama Jakarta Tanjung Priok melayani banyak koneksi feri ke berbagai wilayah Indonesia. Pelabuhan lama Sunda Kelapa hanya menampung pinisi, sebuah kapal layar kayu tradisional bertiang dua yang melayani layanan angkutan antar pulau di Nusantara. Muara Angke digunakan sebagai pelabuhan umum ke Kepulauan Seribu, sedangkan Marina Ancol digunakan sebagai pelabuhan wisata.[43]
Transportasi terdahulu
Trem Jakarta

Jalur trem kuda pertama di Batavia tersebut diresmikan pada 20 April 1869 jauh sebelum trem ada di Belanda dengan menggunakan lebar sepur (gauge) 1.188 mm (3 ft 10+25⁄32 in), jalur tersebut menghubungkan daerah Jakarta Kota dengan daerah Weltevreden. Kala itu, trem kuda dapat menampung 40 orang penumpang dengan ditarik 3-4 kuda. Pada April 1869, diperkirakan sebanyak 1500 penumpang telah dilayani dan pada September 1869 meningkat lagi menjadi 7000 penumpang.[44]
Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia dikumandangkan, pada 13 Oktober 1945 terjadi pengambilalihan perusahaan Jakaruta Shiden kepihak Indonesia, serta mengubah namanya menjadi Trem Djakarta Kota yang pada tahun 1957 dinasionalisasi menjadi Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD). Walaupun diambilalih, PPD hanya mengoperasikan trem tersebut selama beberapa waktu saja dan akhirnya dihapus karena dianggap tidak cocok dengan tata ruang kota besar.[44]
Bajaj

Bajaj atau bentor merupakan kendaraan bermotor yang beroda tiga yang banyak digunakan di Jakarta. Selain di Jakarta, bajaj juga ditemukan di Kota Banjarmasin, Kota Pekanbaru dan beberapa ibukota kabupaten atau kota di Indonesia. Setelah puncak kepopulerannya yang tinggi di tahun 90-an, jumlah orang yang mengendarai bajaj saat ini telah berkurang secara signifikan dari tahun ke tahun. Perubahan terus-menerus terjadi pada banyak aspek di Jakarta, termasuk penggunaan transportasi.[45]
Referensi
- ↑ Joe Cochrane (4 August 2013). "Hours to Go, Just to Get to Work: Indonesians Cope With Infuriating Traffic and Inefficient Public Transit". The New York Times. Diakses tanggal 5 August 2013.
- ↑ "Jakarta wins global 2021 Sustainable Transport Award for integrated public transportation". The Jakarta Post. Diakses tanggal 31 October 2020.
- ↑ "Masalah Transportasi dan Kondisi Mendatang di Tokyo, Jakarta, Manila dan Hiroshima" (PDF). Diakses tanggal 11 Mei 2010.
- ↑ add-more-bus-to-reduce-congestion "Heru Budi Minta Transjakarta Tambah Bus Untuk Kurangi Kemacetan". Tempo. Diakses tanggal 1 Februari 2023.
- ↑ "Catat 25 Jalan Ganjil-Genap Jakarta Terbaru |". Jakarta Smart City. Diakses tanggal 2026-05-16.
- ↑ "Foto : Jalan layang non tol Antasari-Blok-M diuji coba". merdeka.com. 2013-01-15. Diakses tanggal 2026-05-23.
- ↑ "DISHUB | Trans Jakarta Koridor 13 CBD Ciledug-Tegal Mampang Beroprasi Kembali". dishub.tangerangkota.go.id. Diakses tanggal 2026-05-23.
- ↑ GW, Admin (2022-01-03). "Tol Grand Wisata Bekasi Di Kancah Jaringan Tol Jabodetabek". Diakses tanggal 2026-05-16.
- ↑ /2021/06/04/get-ready-for-a-bike-revolution.html "Bersiaplah untuk revolusi sepeda". The Jakarta Post. Diakses tanggal 5 Juni 2021.
- ↑ "Anies Baswedan Usulkan Insentif Pekerja Berkendara Bike to Work". Tempo. Diakses tanggal 5 Juni 2021.
- ↑ "Pulo Gebang, Terminal Terbesar se-ASEAN Diresmikan 28 Desember". Liputan6. Diakses tanggal 12 Juni 2017.
- ↑ Kompas, Tim Harian (2021-09-05). "Serambi Temu Dukuh Atas, Calon Wajah Baru Dukuh Atas". Kompas.id. Diakses tanggal 2026-05-15.
- ↑ Media, Kompas Cyber (2021-12-28). "Melihat Kemegahan Halte Baru CSW di Jaksel yang Kini Jadi Spot Foto Instagramable". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2026-05-15.
- ↑ "LRT Jabodebek Uji Coba di 3 Lintas, Siap Beroperasi Juli 2023". Bisnis.com. 17 Januari 2023. Diakses tanggal 19 Januari 2023.
- ↑ "Penumpang 'Commuter Line' Jabodetabek Naik 5,7% Tembus 86,8 Juta pada Kuartal I 2026". InvestorTrust. Diakses tanggal 2026-05-23.
- ↑ "KCJ Berubah Nama Jadi Kereta Commuter Indonesia". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2026-05-13.
- ↑ Wahyuni, Tri. "Hikayat Jalur Kereta Api Listrik di Indonesia". gaya hidup. Diakses tanggal 2026-05-13.
- ↑ "Daftar Stasiun yang Layani Perjalanan Kereta Api Jarak Jauh dari Daop 1 Jakarta". beritatrans.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-05-23.
- ↑ Gumelar, Galih. "MRT, 'Mimpi' Jakarta Sejak 1985 yang Akhirnya Terwujud". ekonomi. Diakses tanggal 2026-05-13.
- ↑ Asmara, Bernhart Farras & Chandra Gian. "Resmikan MRT Jakarta, Jokowi: Sebuah Peradaban Baru Dimulai". CNBC Indonesia. Diakses tanggal 2026-05-13.
- ↑ "MRT Pertama di Indonesia Resmi Beroperasi". VOA Indonesia. 2019-03-25. Diakses tanggal 2026-05-13.
- ↑ Rizky, Martyasari. "Beroperasi 12 Juli, Ini Dia Bocoran Tarif LRT Jabodebek". CNBC Indonesia. Diakses tanggal 2026-05-13.
- ↑ Idhom, Addi M. "Kereta Bandara Soetta Beroperasi 26 Desember 2017: Tarif Rp30 Ribu". tirto.id. Diakses tanggal 2026-05-13.
- ↑ "Skytrain Trials at Soekarno Hatta Airport to Begin in Mid August". Tempo English (dalam bahasa Inggris). 1970-01-01. Diakses tanggal 2026-05-15.
- ↑ "Chinese Premier Li Qiang takes a test ride on Indonesia's new high-speed railway". AP News (dalam bahasa Inggris). 2023-09-06. Diakses tanggal 2026-05-13.
- ↑ Media, Kompas Cyber (2018-03-11). "Bus Premium Transjakarta Siap Layani Warga Terdampak Ganjil Genap di Bekasi". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2026-05-14.
- ↑ "Mantap, Penumpang Biskita Trans Pakuan Terus Meningkat, Tembus 77% dari Kapasitas". beritatrans.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-05-14.
- ↑ Farozy, Ikko Haidar (2018-11-27). "Bus Trans Patriot Bekasi Resmi Beroperasi". Railway Enthusiast Digest. Diakses tanggal 2026-05-14.
- ↑ "Trans Beken Resmi Mengaspal di Bekasi, Ini Rute dan Tarifnya! - Transportasi Media Indonesia". transportasimedia.com. Diakses tanggal 2026-05-14.
- ↑ antaranews.com (2024-11-26). "15 armada Biskita Trans Wibawa Mukti siap mengaspal". Antara News. Diakses tanggal 2026-05-22.
- ↑ Wahyudi, Diki. "BisKita Depok Mengaspal Pertengah Juli, Wali Kota Depok: Sopir sudah Bersertifikat - Radar Depok". BisKita Depok Mengaspal Pertengah Juli, Wali Kota Depok: Sopir sudah Bersertifikat - Radar Depok. Diakses tanggal 2026-05-14.
- ↑ "Tarif BRT Trans Kota Tangerang Digratiskan 2 Minggu". tangerangnews.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-05-14.
- ↑ developer, mediaindonesia com. "Transjabodetabek Siap Gantikan APTB". mediaindonesia.com. Diakses tanggal 2026-05-14.
- ↑ "Akses Transportasi Darat". www.jakarta.go.id. Diakses tanggal 2026-05-23.
- ↑ KS, Dudung. "Transjakarta || Layanan". transjakarta.co.id. Diakses tanggal 2026-05-15.
- ↑ "Instagram". www.instagram.com. Diakses tanggal 2026-05-15.
- ↑ "Peta Jalan Elektrifikasi Angkutan Pengumpan di Jabodetabek". Institute for Transportation and Development Policy (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-05-15.
- ↑ "Tak Ada Kernet, Penumpang Ragu Naik Feeder Transjakarta". Tempo. 4 Januari 2016 | 08.24 WIB. Diakses tanggal 2026-05-15.
- ↑ Kompas, Tim Harian (2018-12-10). "Dilema Pembangunan Bandara". Kompas.id. Diakses tanggal 2026-05-14.
- ↑ Indrajaya, Dimas Wahyu. "Sejarah Hari Ini (6 Juni 2007) - Transportasi Baru Kota Jakarta, Waterway". Good News From Indonesia. Diakses tanggal 2026-05-16.
- ↑ "Pelabuhan Muara Angke: Gerbang Menuju Petualangan Laut di Jakarta". Traveloka. Diakses tanggal 2026-05-16.
- ↑ "Apa Nama Pelabuhan di Jakarta? Inilah 22 Daftarnya! - SNG Cargo". SNG Logistic. Diakses tanggal 2026-05-16.
- ↑ "Pelabuhan Muara Angke Siap Ditambang". Diakses tanggal 13 Agustus 2020.
- 1 2 "Nederlands-Indische Tramweg Maatschappij". searail.malayanrailways.com. Diakses tanggal 2026-05-15.
- ↑ "Bajaj, Si Roda Tiga dari Jakarta yang Mulai Tiada - linimassa.id". 2024-05-07. Diakses tanggal 2026-05-15.