Dengan total jaringan jalan sepanjang 139.000km, termasuk 3.530km jalan tol,[2] Belanda memiliki salah satu jaringan jalan terpadat di dunia, lebih padat dibanding Jerman dan Prancis, meskipun di bawah Belgia.[3] Belanda juga memiliki jaringan kereta api yang luas yang menghubungkan hampir semua kota, serta infrastrukturbersepeda sepanjang sekitar 35.000km yang terpisah dari lalu lintas kendaraan bermotor.[4]
Pelabuhan Rotterdam adalah pelabuhan laut terbesar di dunia di luar Asia Timur dan terbesar di Eropa.[5] Pelabuhan ini menghubungkan dataran gigirnya di Jerman, Swiss, dan Prancis melalui sungai Rhein dan Meuse. Sekitar dua pertiga dari seluruh pengiriman barang melalui jalur air di Uni Eropa dan 40% pengiriman kontainer melewati Belanda.[6] Selain itu, Pelabuhan Amsterdam juga merupakan pelabuhan tersibuk kelima di Eropa menurut Eurostat.[7]
Mobilitas di Belanda sangat tinggi. Sejak tahun 1950-an, aktivitas perjalanan terus meningkat hingga melampaui 200 miliar km per tahun,[8] dengan tiga perempatnya menggunakan mobil.[9] Sekitar 50% perjalanan di Belanda dilakukan dengan mobil, 25% dengan sepeda, 20% berjalan kaki, dan 5% menggunakan transportasi umum.[9] Pada tahun 2016, bandara di Belanda melayani setidaknya 70 juta penumpang.[10] Tanpa menghitung penerbangan, warga Belanda menempuh rata-rata lebih dari 30km per hari, dengan waktu perjalanan sekitar satu jam.[11]
Pada tahun 2010, tercatat 1,65 miliar ton lalu lintas barang di Belanda, setengahnya melalui laut dan jalur air, 40% lewat jalan raya, sisanya melalui pipa. Kereta api hanya menangani sekitar 2% dari total pengangkutan barang.[12]
↑"SWOV Fact sheet | Mobility on Dutch roads"(PDF) (Press release). Leidschendam, the Netherlands: SWOV, Dutch Institute for Road Safety Research. July 2013. Diarsipkan dari asli(PDF) tanggal 15 April 2010. Diakses tanggal 7 July 2014.