Mephitis javanensis Leschenault, in Desmarest, 1818[2] Mydaus meliceps Cuvier, in Geoffroy & Cuvier, 1821[3]
Mydaus javanensis (sebelumnya disebut Mydaus meliceps) adalah sigung yang habitat aslinya di Indonesia bagian barat, Kalimantan, dan Malaysia. Hewan mamalia yang dapat mengeluarkan bau busuk jika terganggu ini termasuk ke dalam familiMephitidae. Dalam bahasa-bahasa lokal di wilayah sebarannya, binatang ini dikenal juga sebagai teledu, telegu, kesensedu, kensedu, sadu/sa'at (bahasa Banjar), dan lain-lain. Dalam bahasa Inggris, hewan ini dikenal sebagai Indonesian stink badger, Malayan stink badger, Malay badger, Javan stink badger, atau Sunda stink badger.
Deskripsi
Lukisan Mydaus javanensis saat nama ilmiahnya masih Mydaus meliceps
Mamalia bertubuh kecil dengan panjang kepala dan tubuh antara 370–520 mm dan ekor pendek 34–38mm. Kakinya pendek, tungkai belakang bagian bawah antara 64–70mm, dan bermoncong panjang.[4]
Tubuh Mydaus javanensis tertutupi rambut yang panjang dan lebat. Warnanya hitam atau cokelat tua, dengan garis belang putih memanjang bagian atas tubuh dari tengah kepala hingga ekor. Berat badannya berkisar antara 1,4–3,6 kg.[5] Bentuk dan panjang garis putih di punggungnya itu bervariasi dari tempat ke tempat.[4][6]
Mamalia seperti musang yang berbulu indah ini mempunyai kemampuan mengeluarkan bau busuk sebagai alat pertahanan dirinya terhadap predator. Bila dalam keadaan terpojok, seekor Mydaus javanensis akan menundukkan kepala, mengangkat ekor, dan akan menjejak-jejakkan cakar depannya di tanah, ini sebagai peringatan buat para musuhnya. Jika musuh (predator) tidak segera pergi, Mydaus javanensis akan melengkungkan tubuh membentuk huruf U. Diarahkannya kepala dan ekornya ke musuh. Lalu disemburnya dengan semprotan yang berbau luar biasa busuknya.
Anak jenis kerabat dekat
Ada dua anak jenis Mydaus javanensis yang dikenal:
Kerabat dekat M. javanensis adalah M. marchei yang menyebar terbatas di Palawan (Filipina) dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.[6]
Catatan taksonomis
Sebelumnya, Mydaus javanensis dianggap sebagai anggota suku Mustelidae, anak suku Melinae; bersama dengan pulusan (Mustela), biul (Melogale), dan babi batang (Arctonyx).[6] Akan tetapi analisis genetika baru-baru ini menunjukkan bahwa Mydaus javanensis lebih tepat ditempatkan dalam suku Mephitidae. Kebanyakan anggota suku yang terakhir ini menghuni benua Amerika.[7]
↑Geoffroy (-Saint Hilaire), E. & G. Cuvier 1821. Histoire naturelle des mammiferes ... Paris.
123Payne, J., C.M. Francis, K. Phillipps, & S.N. Kartikasari. 2000. Panduan Lapangan Mamalia di Kalimantan, Sabah, Sarawak & Brunei Darussalam. The Sabah Society, Wildlife Conservation Society dan World Wildlife Fund Malaysia. Halaman 312, L.G. 44