Anjing rakun jepang (Nyctereutes viverrinus), atau tanuki, adalah sebuah spesies dalam Caninae yang endemik ke Jepang.[1] Spesies ini menjadi salah satu dari dua spesies dalam genus Nyctereutes, bersamaan dengan anjing rakun biasa (N.procyonoides).[2] Beberapa ahli menganggap anjing rakun jepang sebagai subspesies dari anjing rakun biasa.
Anjing rakun jepang memiliki perut yang lebih kecil dan bulu yang lebih pendek dari pada anjing rakun biasa.[3] Dapat ditemukan individu berbulu putih, tetapi langka.[4] Di dataran utama Jepang, albinisme okulokutan disebabkan oleh mutasi pada ekson ketiga dan kelima dari urutan nukleotida TYR, yang berperan dalam pigmentasi melanin.[5] Hewan ini nokturnal.[6]
Tanuki digambarkan dalam cerita rakyat Jepang sebagai makhluk yang nakal, kocak, riang gembira, serta pandai menyamar dan berubah bentuk. Cerita rakyat berjudul Periuk Bunbuku dan Gunung Kachi-kachi menampilkan Tanuki sebagai tokoh utama.