Stasiun Pabuaran (PAB) adalah stasiun kereta api kelas II yang terletak di Pabuaran, Pabuaran, Subang; pada ketinggian +28 meter; termasuk dalam Daerah Operasi III Cirebon. Stasiun ini kini berfungsi sebagai pengontrol lalu lintas kereta api dan tidak melayani naik turun penumpang.
Bangunan dan tata letak
Berdasarkan peta yang diterbitkan oleh Belanda pada 1938, stasiun ini tampak memiliki sepur belok dan badug untuk bongkar muat hasil perkebunan. Terdapat dua perkebunan lidah naga dan ubi kayu milik perusahaan swasta Pamanoekan en Tjiasemlanden (P&T Lands) yang terhubung menuju stasiun ini, yakni Perkebunan Cipeundeuy di selatan dan Perkebunan Sukamandi di utara. Kedua perkebunan tersebut memasok hasil perkebunan menuju Stasiun Pabuaran menggunakan jalur lori decauville.[4]
Sebelum dibangunnya jalur ganda di lintas Cikampek–Haurgeulis, stasiun ini memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus.[5] Dengan selesainya jalur ganda di lintas tersebut, ditandai dengan peresmian oleh Megawati Soekarnoputri per 4 Desember 2003,[6] jumlah jalurnya bertambah menjadi empat. Tata letak jalur kereta api di stasiun ini diubah sehingga jalur 2 eksisting stasiun ini dijadikan sebagai sepur lurus arah Haurgeulis saja, sedangkan jalur 3 dijadikan sepur lurus baru arah Cikampek, serta jalur 4 sebagai sepur belok baru.
Sejak jalur ganda tersebut dioperasikan, tidak ada lagi kereta api yang berhenti di stasiun ini kecuali jika terjadi penyusulan antarkereta api. Kemudian pada tahun 2023, semua wesel di stasiun ini sudah dicabut sehingga stasiun ini hanya difungsikan sebagai stasiun pengontrolan lalu lintas kereta api saja.[7]