Hanya ada satu kereta api penumpang yang berhenti di stasiun ini, yaitu Commuter Line Garut.
Sejarah
Stasiun ini awalnya merupakan perhentian kecil (stopplaats) bernama Kiarabaok, terletak di kilometer 207+650 atau sekitar 180 meter di selatan letak stasiun saat ini. Dilansir dari iklan yang dimuat di surat kabar de Preangerbode pada 17 Mei 1899, Perhentian Kiarabaok dibuka pada 5 Juni 1899. Pembukaan ini didasarkan pada keinginan warga Desa Kiarabaok (sekarang Karangsari) dan Dungusitu yang menginginkan dibukanya stasiun antara Stasiun Leles dan Leuwigoong.[3] Enam perjalanan kereta api dijadwalkan melayani penumpang pada hari pertama pembukaannya.[4] Meskipun demikian, perhentian tersebut ditutup pada akhir Desember 1899.[5]
Setidaknya pada tahun 1935, telah tercatat sebuah perhentian bernama Gandamirah yang dibuka di antara Leles dan Leuwigoong.[6] Perhentian tersebut naik status menjadi stasiun dan diketahui telah berganti nama menjadi Karangsari pada tahun 1980-an.[7]
Bangunan dan tata letak
Stasiun ini hanya memiliki dua jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus.