Pembangunan
Stadion Andi Hasan Opu To Hatta dibangun mulai Oktober 2011 untuk fisiknya. Pada 2013 pembangunannya sempat bermasalah karena diduga dananya ada yang dikorupsi hingga diproses di Kejati Sulsel. Rencana awalnya stadion ini selesai akhir 2013 dengan anggaran pembangunannya Rp 44,7 miliar. Pada 2022, stadion ini dibangun kembali dengan anggaran Rp 14 miliar lebih.
Kegiatan dimulai dengan pembebasan lahan pada tahun 2008 yang dikawal oleh Bagian Pemerintahan dibawah pimpinan Drs. Anwar Hafid, M.Si beserta tenaga teknis Esra Lallo, ST. MP. Selanjutnya tahun 2009-2010, Dinas Pekerjaan Umum dibawah kepemimpinan Ir. Andi Alif Tahar beserta PPK Perencanaan, Hirfan, ST. dan Tenaga Tekhnis, Esra Lallo, ST. MT., membuat perencanaan pembangunan stadion. Tahun 2011, Dinas Tarkim dibawah kepemimpinan Firmanzah, DP. beserta PPK fisik, Erwin, ST. dan Tenaga Teknis, Esra Lallo, ST. MT., melakukan pembangunan pancang untuk tribun dan penimbunan lapangan yang dilaksanakan oleh PT. Nindia Karya. Tahun 2012 sampai 2013, Dinas Tarkim dibawah kepemimpinan, Drs. Askar, M.Si, beserta PPK Fisik, Handoko Subekti, ST., dan Tenaga Teknis, Esra Lallo, ST. MT., beserta Tri Askari Yulianto, ST., melaksanakan lanjutan pembangunan pondasi pancang tribun utama dan pembangunan struktur plat tribun dan pondasi keliling dilakukan secara paralel dengan pembangunan akses jalan ke stadion oleh Dinas PU yang saat itu dipimpin oleh Ir. Hirfan, MT. Tahun 2014, Dinas Tarkim dibawah pimpinan Drs. H. Budiman, M.Pd., beserta PPK fisik, Syahmudin, ST. MT., melanjutkan pembangunan struktur tribun dan berakhir dengan putus kontrak antara Dinas Tarkim dengan PT. Nindia Karya yang selanjutnya pembangunan stadion di Hold. Tahun 2015, Dinas Tarkim dibawah pimpinan Drs. H. Budiman, M.Pd., beserta PPK perencanaan, Heriwanto Manda, ST., melakukan perencanaan ulang pembangunan stadion. Tahun 2019, Dinas Parbudmudora dibawah pimpinan, Drs. H. Hamris Darwis melakukan analisis bersama tim ahli apakah akan dilanjutkan dan diprioritaskan pada bangunan yang mangkrak tetapi dengan perlakuan khusus atau pembangunan baru. Tahun 2022, Dinas Parbudmudora dibawah pimpinan Drs. H. Hamris Darwis, beserta PPK Fisik, Erwin, ST., memulai penimbunan lapangan sepakbola. Tahun 2022/2023, Dinas Parmudora dibawah pimpinan Andi Tabacina Akhmad, S.STP, M.Si., sekaligus PPK Fisik bersama PPTK, Andi Lukman Qadri, S.Pd., Tenaga Teknis Jante Sampe, ST., konsultan pengawas Marlan Jupri, S.Pd. beserta penyedia PT. Arafah Alam Sejahtera dibawah pimpinan Pratiwi Lanteng Bustami, menyelesaikan pembangunan lapangan bola.[1]