Lapangan yang merupakan cagar budaya ini juga digunakan sebagai ruang publik dan dilengkapi dengan stadion penonton berukuran 15 mx 29 m dengan tembok pembatas di tepinya. Dari awal pembangunan hingga saat ini tidak banyak perubahan pada lapangan Ombilin.[1]
Sejarah
Lapangan Ombilin yang lebih dikenal dengan nama tanah lapang dibangun pada tahun 1901. Lapangan ini dibangun dengan mengerahkan tenaga buruh tambang. Selain untuk bermain bola, tanah lapang ini digunakan untuk merayakan hari-hari besar kerajaan Belanda, pesta rakyat, olahraga, karnaval, pentas musik.[1]