| Skala |
Percepatan tanah puncak[3] |
Deskripsi |
Gambar |
Contoh peristiwa |
| I. Tidak dirasakan |
0,0005 g0 (0,0049 m/s2) |
Getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luar biasa oleh beberapa orang. |
 |
|
| II. Lemah |
0,003 g0 (0,029 m/s2) |
Getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang. |
 |
|
| III. Lemah |
Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu. |
 |
|
| IV. Ringan |
0,028 g0 (0,27 m/s2) |
Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela atau pintu berderik, dan dinding berbunyi. |
 |
Gempa bumi Pacitan 2026 |
| V. Sedang |
0,062 g0 (0,61 m/s2) |
Getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, dan bandul lonceng dapat berhenti. |
 |
Gempa bumi Banten 2018 Gempa bumi Jawa Timur April 2021 |
| VI. Kuat |
0,12 g0 (1,2 m/s2) |
Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak, dan kerusakan yang ditimbulkan masih sebatas kerusakan ringan. |
 |
Gempa bumi Banten 2019 Gempa bumi Sulawesi Barat 2021 Gempa bumi Poso 2025 |
| VII. Sangat kuat |
0,22 g0 (2,2 m/s2) |
Tiap-tiap orang keluar rumah. Kerusakan ringan terjadi pada rumah-rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik, sedangkan bangunan yang konstruksinya kurang baik menjadi retak-retak bahkan hancur dan cerobong asap pecah. Gempa terasa oleh orang yang menaiki kendaraan. |
 |
Gempa bumi Jawa Barat 2009 Gempa bumi Aceh 2013 Gempa bumi Maluku 2019 |
| VIII. Parah |
0,40 g0 (3,9 m/s2) |
Kerusakan ringan terjadi pada bangunan dengan konstruksi yang kuat. Retak-retak terjadi pada bangunan degan konstruksi kurang baik, dinding dapat lepas dari kerangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen-monumen roboh, dan air menjadi keruh. |
 |
Gempa bumi Sumatra Barat 2009 Gempa bumi Pidie Jaya 2016 Gempa bumi Lombok Agustus 2018 |
| IX. Hebat |
0,75 g0 (7,4 m/s2) |
Kerusakan terjadi pada bangunan yang kuat dan rangka-rangka rumah menjadi tidak lurus dan banyak retak. Rumah tampak agak berpindah dari fondasinya. Pipa-pipa dalam rumah pun putus. Terjadi Pencairan tanah. |
 |
Gempa bumi Samudra Hindia 2004 Gempa bumi Yogyakarta 2006 Gempa bumi Cebu 2025 |
| X. Ekstrem |
>1,39 g0 (13,6 m/s2) |
Bangunan dari kayu yang kuat rusak, kerangka rumah lepas dari fondasinya, tanah terbelah, rel melengkung, dan tanah longsor terjadi di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam. |
 |
Gempa bumi Haiti 2010 Gempa bumi dan tsunami Sulawesi 2018 Gempa bumi Myanmar 2025 |
| XI. Ekstrem |
Bangunan-bangunan hanya sedikit yang tetap berdiri. Jembatan rusak sehingga lembah terjadi. Pipa dalam tanah tidak dapat dipakai sama sekali, tanah terbelah, dan rel sangat melengkung. |
 |
Gempa bumi besar Hanshin Gempa bumi Sichuan 2008 Gempa bumi Noto 2024 |
| XII. Ekstrem |
Hancur sama sekali, gelombang tampak pada permukaan tanah, pemandangan menjadi gelap, dan Benda-benda terlempar ke udara. |
 |
Gempa bumi Gansu 1920 Gempa bumi Valdivia 1960 Gempa bumi Turki–Suriah 2023 |