Lonceng Soli Deo Gloria
Sebuah lonceng besar peninggalan Belanda di Museum Fatahillah. Lonceng peninggalan Belanda sejak abad 18. Pada masanya, lonceng ini selalu dibunyikan sebagai pertanda akan ada tawanan yang akan dihukum gantung oleh Pemerintah Belanda. Di bagian atas menara terdapat alat penggerak kuno yang kini sudah tidak berfungsi lagi. Pada alat penggerak tersebut tergantung sebuah besi semacam bandul, sedangkan loncengnya menempel di bagian atas. Di dekat lonceng ini ada sebuah besi yang dikaitkan dengan besi lainnya untuk menarik. Jika besi penarik tadi ditarik kemudian dilepas, maka besi tadi akan memukul lonceng. Lonceng ini akan dibunyikan untuk memanggil semua warga di dalam maupun di luar tembok Batavia untuk menyaksikan hukuman gantung.
Lonceng buatan tahun 1742 tersebut terbuat dari besi. Di masa Gubernur DKI Ali Sadikin, 1973, gedung bekas balai kota ini mengalami pemugaran besar-besaran. Namun tak ada data yang menyebutkan bagian bagian mana saja yang sudah dipugar dan diganti dengan yang baru. Berdasarkan pada keterangan arkeolog yang juga Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kota Tua, Candrian Attahiyyat, kemungkinan besar lonceng pun ikut diganti. "Lonceng yang sekarang 'kan kecil. Kemungkinan sudah mengalami perubahan sejak sebelum 1973, tapi bisa juga pada saat pemugaran besar tahun 1973," ujarnya.
Dalam buku "Dari Stadhuis ke Museum" , Hans Bonke dan Anne Handojo menyebutkan, tanggal 25 Januari 1707, Petronella Wilhelmina, putri Gubernur Jenderal Joan van Hoorn (1704-1709) meletakkan batu pertama. Menara kecil dipasang di atas atap dan lonceng dipasang kembali di sisi bordes. Dalam catatan lain, lonceng dibikin tahun 1742, itu artinya selama abad 18 saja sudah terjadi perubahan. Bisa jadi lonceng kematian dibikin setelah terjadi pembantaian orang Cina pada 1740. Eksekusi terakhir yang mengikutsertakan lonceng kematian terjadi pada 1896. Tjoen Boen Tjeng dihukum gantung karena terlibat dalam penjarahan.
Buku ini juga mencatat, setelah tahun 1870 para juru foto dari Woodbury & Page yang membuat foto-foto pertama di Batavia menunjukkan bahwa bagian depan stadhuis sudah banyak berubah dalam 20 tahun terakhir. Sayangnya perubahan yang terjadi di sepanjang abad 18, 19, hingga 20 tak tercatat secara detail.
Big Ben
Big Ben berlokasi di ujung Istana Westminter, London.Sebenarnya yang disebut Big Ben bukanlah menara jam tersebut, melainkan lonceng raksasa seberat 14,5 ton yang tergantung di puncak menara jam itu. Lonceng berat tersebut akan berdentang setiap pergantian jam, yang bunyinya sering kali disebut sebagai “bong” oleh orang-orang Inggris. Menara jam empat sisi berdentang terbesar di dunia ini telah berusia 150 tahun pada tahun 2009 ini. Selama perjalanan waktu 150 tahun itu lonceng Big Ben juga sempat mengalami beberapa kerusakan mekanik yang disebabkan oleh karat dan salju, tetapi kerusakan-kerusakan yang terjadi masih dapat diatasi. Hingga saat ini, menara jam berlonceng buatan Whitechapel Bell Foundry tersebut menjadi landmark terfavorit di Inggris.