Gempa ini adalah salah satu rangkaian peristiwa hebat yang memengaruhi Turki di sepanjang Patahan Anatolia Utara antara tahun 1939 dan 1999.[3][4] Pecahan permukaan, dengan perpindahan horizontal hingga 3,7 meter, terjadi di segmen sepanjang 360km dari Patahan Anatolia Utara. Gempa tersebut merupakan peristiwa paling parah di Turki pada abad ke-20, dengan jumlah 32.968 korban tewas, dan sekitar 100.000 orang terluka.[5]
Gempa bumi ini merusak sekitar 116.720 bangunan. Karena terjadi di musim dingin, bantuan sulit mencapai daerah yang terkena dampak gempa. Awalnya, jumlah korban tewas sekitar 8.000 orang. Keesokan harinya pada tanggal 28 Desember, dilaporkan jumlahnya meningkat tajam menjadi 20.000 orang. Pada hari yang sama, suhu turun menjadi −30 °C (−22 °F). Operasi penyelamatan darurat dimulai. Pada tanggal 5 Januari, hampir 33.000 orang meninggal karena gempa bumi, suhu rendah, badai salju, dan banjir.[6][7]