Said Iqbal (lahir 5 Juli 1968) adalah seorang tokoh pergerakan kaum buruh dan politikus asal Indonesia yang menjabat Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh sejak Juni 2026.[1][2] Ia juga menjabat sebagai Presiden Partai Buruh sejak partai politik tersebut dihidupkan kembali pada 5 Oktober 2021 setelah sebelumnya didirikan oleh Muchtar Pakpahan, tokoh buruh Indonesia yang mendirikan serikat buruh independen pertama di Indonesia Selain itu, ia juga menjabat sebagai Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI). Ia menempuh pendidikan di SMA Negeri 51 Jakarta (1987 tamat sebagai juara umum), Politeknik (Teknik Mesin) Universitas Indonesia, Sarjana (S1) Teknik Mesin Universitas Jayabaya, dan Master Ekonomi (S2) Universitas Indonesia.[3]
Pada 1992, Said Iqbal diangkat menjadi ketua umum serikat pekerja di perusahaan elektronik di Bekasi. Dia juga termasuk anggota tim perumus Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Pengaduan Perburuhan.[4]
Awal kehidupan dan pendidikan
Ia menghabiskan masa kecilnya di Jakarta. Meski lahir di Jakarta, keluarganya berasal dari Aceh. Ayahnya berasal dari Bambi, Pidie dan ibunya berasal dari Meulaboh, Aceh Barat.[5]
Ia menempuh pendidikan di SMA Negeri 51 Jakarta dan lulus pada tahun 1987. Selama bersekolah, Said dikenal sebagai anak yang berprestasi dan kerap menyandang predikat juara kelas, bahkan di akhir pendidikannya, ia menjadi juara umum di sekolahnya.[5]
Menurut Said, ia bekerja selama 30 tahun di perusahaan multinasional, dan saat pensiun menerima pesangon sebesar "miliaran" rupiah.[7]
Karier aktivis dan politik
Said Iqbal pertama kali turun sebagai aktivis buruh di Serikat Pekerja tempatnya bekerja di Perusahaan Elektronika di Kabupaten Bekasi pada tahun 1992 hingga saat ini. Kemudian pasca reformasi dan pemerintah membebaskan pendirian serikat pekerja tanpa harus berafiliasi kepada Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), Said Iqbal bersama tokoh buruh lainnya mendirikan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI).[8] Ia juga menjadi Presiden KPSI sejak 2012, dan terpilih kembali secara aklamasi untuk periode 2017–2022. [9]
Pada tahun 2013 lalu, Said Iqbal meraih penghargaan internasional sebagai Tokoh Buruh Terbaik Dunia, The Febe Elisabeth Velasquez Award oleh serikat pekerja Belanda, FNV. Penghargaan ini diberikan bagi mereka, para aktivis buruh yang berjuang demi tegaknya hak-hak buruh di negara masing-masing.[8] Dalam pemilihan itu, Said Iqbal menyisihkan 200 kandidat lainnya dari seluruh dunia berkat militansinya mengawal demokrasi dan kebebasan berserikat melalui FSPMI dan KSPI.[8]
Pada tanggal 5 Oktober 2021, ia terpilih sebagai Presiden Partai Buruh.[11] Said menyatakan bahwa Partai Buruh akan melakukannya tidak membentuk koalisi dengan partai politik mana pun yang mendukung Undang-Undang Omnibus,[12] namun justru akan berkoalisi dengan calon presiden 2024 secara "pribadi" dengan tim kampanye yang terpisah dari tim kampanye resmi sang kandidat.[13]
Kehidupan Pribadi
Ia menikah dengan Ika Liviana Gumay (meninggal 17 Juli 2019). Pasangan ini dikaruniai tiga orang anak.[14] Indri Yuli Hartati (isteri sekarang).