Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) adalah yang berhimpun dan fokus pada isu-isu seputar buruh. Said Iqbal, yang juga Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, adalah Presidennya. Ia berkata akan tetap secara konsisten mengawal dan memperjuangkan hak-hak buruh. Hak yang diperjuangkan akan berkutat pada ranah, pendidikan, kesehatan, upah layak, penghapusan akuisisi, keselamatan kerja dan penguatan regulasi. Pada pengurusan FSPMI tahun 2016 diantaranya terdiri dari 40% kaum wanita, yang artinya perjuangan buruh tidak hanya berkutat pada isu-isu diatas tapi juga akan menyinggung soal kesetaraan gender dan posisi perempuan dalam Industri.[1]
Tujuan
FSPMI juga bertekad meluaskan jaringan dengan cara menambah cabang di daerah-daerah dan menambah jumlah pengurus pusat, agar pegerakan buruh tidak terfragmentasi dan lebih massif. FSPMI bertekad untuk bersikap netral, tidak main mata dengan parpol ataupun tidak selingkuh dengan parpol demi kepentingan-kepentingan elit politik.[2]
Perserikatan dibawah FSPMI
Serikat Pekerja Logam (SPL) - Main produksi besi/baja
Ketua Umum Serikat Pekerja/SPL: Bpk. H. Yadun Mufid, S.E.
Sekretaris Umum: Bpk. Nur Holik, S.E.
Serikat Pekerja Elektronik Elektrik (SPEE) - Main Product: Komponen eletronik
Ketua Umum Serikat Pekerja/SPEE: Bpk. Yudi Winarno, S.T.
Sekretaris Umum: Bpk. Slamet Riyadi
Serikat Pekerja Automotif Mesin & Kompenen (SPAMK)
Ketua Umum Serikat Pekerja/SPAMK: Bpk. Heriyanto Achmad
Sekretaris Umum: Bpk. Slamet Fitriyono
Serikat Pekerja Pelabuhan Layanan Maritim (SPPJM)
Ketua Umum Serikat Pekerja/SPPJM: Bpk. Mukiswara, S.H.