Selama 11 tahun, atau hampir tiga periode berturut-turut, Romi Hariyanto menjabat sebagai pimpinan DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Pria kelahiran 3 November 1974 ini, mulai menduduki kursi ketua dewan pada saat usianya baru menginjak 30 tahun. Kiprahnya di parlemen itu, jelas saja membuatnya kenyang dengan asam garam dan pengalamannya itu pula yang membuat masyarakat meyakininya sosok Romi mampu membangun Tanjung Jabung Timur menjadi kabupaten yang maju.[3]
Terpilihnya Romi Hariyanto dan Robby Nahliyansyah sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Tanjung Jabung Timur, kian memantapkan daerah pesisir timur Provinsi Jambi sebagai tuan rumah bagi Partai Amanat Nasional (PAN). Pasca dimekarkan tahun 1999 dan dijabat Pjs. Bupati Harris Fadilah pada 1999–2001, kendali pemerintahan tidak pernah lepas dari kader PAN. Begitu pula di legislatif, yang menjadi rumah PAN. Karena hampir separuh dari kursi dikuasai kader PAN dan itu semua tidak terlepas dari keberadaan sosok Romi Hariyanto. Gaya "low profile" dan energik khas anak muda, membuatnya gampang membaur di tengah-tengah masyarakat.
Maklum saja, semasa masih menimba kuliah, alumnus Akademi Keuangan dan Perbankan Muhammadiyah Jambi itu tergabung sebagai mahasiswa pecinta alam. Ia bahkan didaulat sebagai Ketua Mapala Tapak Rimba dan pernah melakukan pendakian ke Gunung Talang, Solok, Sumatera Barat. Selain mendaki gunung, Ia juga menyukai panjat tebing, lintas alam dan aktif di kegiatan Off Road dengan bergabung dalam Komunitas Intelektual Otomotif (KITO).
Kiprah putra dari H. Hasan Ismail dan Hj. Rohayati di partai politik dimulai tahun 1999 ketika ia menjadi simpatisan PAN. Ketertarikannya dengan PAN dikarenakan kagum dengan figur mantan Gubernur Jambi, Zulkifli Nurdin, yang saat itu menjadi Ketua DPW PAN Provinsi Jambi.
Sebagai putra daerah, suami dari Wirdayanti yang dikaruniai dua orang anak ini, mafhum dengan kondisi alam Tanjung Jabung Timur dan ia sangat tahu dengan tipikal dan karakteristik masyarakat Bumi Sepucuk Nipah Serumpun Nibung. Oleh karena itulah, konsep Merakyat (meningkatkan kesejahteraan rakyat) dirasakannya tepat untuk diterapkannya selama lima tahun kepemimpinannya.
Riwayat pendidikan
Romi menempuh pendidikan di SD Negeri 35/IV Jelutung Kota Jambi (1981–1987), SMP Swasta PGRI 4 Jelutung Kota Jambi (1987–1990), SMA Swasta YPRA Kartini Jambi (1991–1994), D3 AkuBank Muhammadiyah Jambi (1998–2001), dan S1 Ekonomi PembangunanUniversitas Muhammadiyah Jambi (2004–2008).[4]
Karier politik
Romi Hariyanto sebagai Bupati Tanjabtim periode pertama (2016–2021)
Pada Pemilu 2004, Romi melenggang ke DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Timur dengan jabatan sebagai Ketua DPRD. 5 tahun kemudian, usai Pemilu 2009, Romi kembali terpilih dengan jabatan yang sama. Begitu juga dengan Pemilu 2014. Menjelang kontestasi Pemilihan umum Bupati Tanjung Jabung Timur 2015, Romi mengundurkan diri dari DPRD karena mencalonkan diri sebagai calon bupati didampingi oleh rekan sesama anggota DPRD, Robby Nahliyansyah. Pasangan Romi dan Robby diusung oleh 3 partai politik, yaitu Partai Amanat Nasional (PAN), Partai NasDem, dan Partai Golongan Karya (Golkar). Berdasarkan hasil rekapitulasi KPU, pasangan ini menjadi pemenang dengan memperoleh suara sebanyak 72.710 suara atau 59,90% dan ditetapkan sebagai calon terpilih oleh KPU Kabupaten Tanjung Jabung Timur pada tanggal 22 Desember 2015. Romi dan Robby resmi dilantik oleh Gubernur Jambi, Zumi Zola, bertempat di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi pada 12 April 2016.[5]
Dalam kontestasi Pemilihan umum Bupati Tanjung Jabung Timur 2020, Romi dan Robby kembali berpasangan mencalonkan diri sebagai calon bupati dan wakil bupati melalui jalur perseorangan dengan dukungan 25.566 kartu tanda penduduk dan didukung oleh 4 partai politik, yaitu Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), dan Partai Demokrat.[6][7] Berdasarkan hasil rekapitulasi KPU, pasangan ini memperoleh suara sebanyak 97.381 suara atau 76,81% dan ditetapkan sebagai calon terpilih oleh KPU Kabupaten Tanjung Jabung Timur pada tanggal 22 Januari 2021. Romi dan Robby resmi dilantik untuk periode kedua oleh Pj. Gubernur Jambi, Hari Nur Cahya Murni, bertempat di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi pada 26 April 2021.[8]
Riwayat organisasi
Romi pernah memimpin Asosiasi Pengadaan Barang dan Jasa (ASPANJI) Tanjung Jabung Timur pada tahun 2002 hingga 2003. Romi juga pernah menjadi Ketua BPC HIPMI Tanjung Jabung Timur pada tahun 2008 hingga 2011.[4]
Dalam kepengurusan PAN, pada tahun 2000, Romi menjadi Wakil Ketua DPD Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) Tanjung Jabung Timur dan setahun kemudian menjadi Wakil Ketua DPC PAN Kecamatan Muara Sabak yang mengantarkan dirinya melenggang ke DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Pada tahun 2009 hingga 2014, Romi ditunjuk sebagai Sekretaris DPD PAN Tanjung Jabung Timur dan pada tahun 2014, Romi naik jabatan menjadi Ketua DPD PAN Tanjung Jabung Timur hingga tahun 2024 digantikan oleh Zumi Laza.[9]
Pada 5 Mei 2025, Romi resmi mengetuai Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi Jambi. Penyerahan Surat Keputusan (SK) pengangkatan dilakukan langsung oleh Sekretaris Jenderal DPP PSI, Raja Juli Antoni, dalam sebuah acara simbolis. Romi menyampaikan akan memperkuat struktur partai, memperluas jaringan kader muda, dan menghadirkan politik yang bersih, inklusif, serta berorientasi pada solusi.[10]
Kontroversi
Merokok saat ibadah umroh
Dalam video tersebut nampak sejumlah orang, diduga rombongan Bupati Tanjung Jabung Timur, Romi Hariyanto, yang sedang menjalankan ibadah umroh, diceramahi orang berserban dan jubah, yang diduga mustawik di Madinah. Dalam video yang berdurasi 7 menit 56 detik itu memperlihatkan seorang mustawik, tengah ‘memarahi’ rombongan bupati yang asik merokok di tempat umum. Diduga, lokasi tersebut berada di sekitaran Masjid Nabawi, Madinah.[11][12]
Wakil Bupati Tanjung Jabung Timur, Robby Nahliyansyah, saat dikonfirmasi mengaku bahwa orang dalam video itu adalah rombongan Romi Hariyanto. Namun, Robby menyampaikan bahwa rombongan Bupati tidak merokok di sembarang tempat, melainkan di tempat yang telah disediakan khusus bagi perokok. Robby menyampaikan juga bahwa kunjungan Romi ke Madinah dalam rangka ibadah umroh bersama rombongan dari Tanjung Jabung Timur. Namun sebelum berangkat, Romi telah cuti sebagai Bupati.[11]
Di menit ke 6 dalam video tersebut, tampak orang berjubah yang menghampiri Romi mengeluarkan batangan rokok dari kotaknya dan memberikan kepada Romi. Setelah memberikan rokok tersebut, orang itu tampak menjawil kepala sang bupati. Namun Romi hanya tertawa menyikapi orang tersebut.[11][12]
Pengakuan sebagai mantan pecandu narkoba
Melalui akun YouTube Asumsi yang ditayangkan pada akhir Agustus 2024, Romi yang diwawancarai tokoh ternama dan sporcaster terkenal Pangeran Siahaan, mengakui dia pernah terjerumus dunia hitam Narkoba. “Abang (Romi, red) akui itu (pernah gunakan narkoba), itu pelajaran,” kata Romi. Dalam video berdurasi 40 menit tersebut. Ia mengklaim dirinya saat ini bisa bangkit dari pengaruh Narkoba. Bahkan ia menilai dengan pengalaman buruk narkoba itu, ia malah punya pengalaman lebih dari orang lain. Romi mengakui dirinya salah dan berharap anak muda bisa menjauhi barang haram yang tidak ada manfaatnya.[13][14]
Sikap arogansi terhadap wartawan
Pada 27 Oktober 2024, Romi terlihat menunjukkan sikap arogansi terhadap wartawan yang mewawancarainya terkait isu penyalahgunaan narkoba yang kian marak di Jambi. Kejadian tersebut terjadi usai acara Debat Kandidat Calon Gubernur Jambi 2024 yang dilaksanakan di Abadi Convention Center, Jambi. Kemudian pada 30 Oktober 2024, Romi dilaporkan seorang wartawan inisial ZI ke Polda Jambi. Laporan tersebut termuat pada Surat Tanda Terima Laporan Pengaduan (STTLP) dengan nomor Register/42/IX/2024/Ditreskrimum. ZI melaporkan kejadian tersebut karena ia merasa dipermalukan di tempat umum saat menanyakan terkait narkoba ke Romi. Kuasa Hukum ZI mengatakan, kliennya melapor ke Polda Jambi karena adanya ancaman secara langsung dan terbuka di depan umum.[15][16]