Menurut Karl Barth, "argumen terperinci" yang diajukan dalam bab ini mengembangkan salah satu tema utama Paulus dalam suratnya, seperti yang ditetapkan dalam bab pembukaan: bahwa Injil Yesus Kristus menyatakan kebenaran Allah.[5][6]
Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus. (TB)[7]
Ayat 8
Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. (TB)[8]
Paulus memakai istilah masih karena dulu kita adalah orang berdosa, tetapi sekarang kita sudah menjadi orang benar karena pengorbanan Kristus. Akan tetapi Dia mati bagi kita ketika kita masih orang berdosa dan tidak punya hak apapun untuk minta dibenarkan. Kasih Allah luar biasa.[9]
Ayat 12
Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. (TB)[10]
Ayat 14
Sungguhpun demikian maut telah berkuasa dari zaman Adam sampai kepada zaman Musa juga atas mereka, yang tidak berbuat dosa dengan cara yang sama seperti yang telah dibuat oleh Adam, yang adalah gambaran Dia yang akan datang. (TB)[11]
Umat manusia mengalami kematian, bukan karena mereka melanggar hukum Allah yang lisan dengan hukuman matinya seperti halnya Adam (Roma 5:13–14), tetapi karena mereka sesungguhnya orang berdosa baik karena tindakan maupun tabiatnya dan pelanggar hukum hati nurani yang tertulis di dalam hatinya (Roma 2:14–15).[12]
"Dia" yang digambarkan Adam adalah YesusKristus. Seperti Adam yang rela memakan buah larangan supaya turut "mati" bersama Hawa untuk menyelamatkannya (dengan menghasilkan keturunan yang kelak akan membawa keselamatan), YesusKristus rela mati untuk menebus dosa umat-Nya (orang percaya atau "gereja"-Nya), meskipun Yesus tidak pernah berdosa.[13]
Ayat 18
Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran (oleh Adam) semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran (oleh YesusKristus) semua orang beroleh pembenaran untuk hidup.[14]
Oleh satu pelanggaran, yaitu perbuatan Adam, semua orang beroleh penghukuman. Penghukuman dosa atas semua orang menjadi kenyataan bagi setiap orang yang menolak Allah dan penyataan-Nya yang tertulis dalam hati mereka atau dinyatakan dalam Firman-Nya yang tertulis (Roma 2:12–16). "Pembenaran untuk hidup" bagi semua orang mempunyai potensi juga; dijadikan kenyataan dalam orang waktu mereka percaya kepada YesusKristus dan menerima kasih karunia, hidup dan karunia kebenaran melalui Yesus Kristus (Roma 5:17) yang disebut "Adam yang akhir" di Surat 1 Korintus 15:45.[12]
↑Donaldson, Terence L. (2007). "63. Introduction to the Pauline Corpus". Dalam Barton, John; Muddiman, John (ed.). The Oxford Bible Commentary (Edisi first (paperback)). Oxford University Press. hlm.1077. ISBN978-0199277186.
↑Willi Marxsen. Introduction to the New Testament. Pengantar Perjanjian Baru: pendekatan kristis terhadap masalah-masalahnya. Jakarta:Gunung Mulia. 2008. ISBN 9789794159219.
↑John Drane. Introducing the New Testament. Memahami Perjanjian Baru: Pengantar historis-teologis. Jakarta:Gunung Mulia. 2005. ISBN 9794159050.