Resolusi 766 Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, diadopsi pada 21 Juli 1992. Usai mengulang resolusi-resolusi 668 (1990), 717 (1991), 718 (1991), 728 (1992), dan 745 (1992), DKPBB memberitahukan dan menyatakan keprihatinan atas kesulitan yang dialami oleh Pemerintahan Transisi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Kamboja (United Nations Transitional Authority in Cambodia, UNTAC) dalam implementasi penyelesaian politik di Kamboja yang ditandatangani di Konferensi Paris pada 23 Oktober 1991.[1][2]
↑Doyle, Michael W.; Johnstone, Ian; Orr, Robert Cameron (1997). Keeping the peace: multidimensional UN operations in Cambodia and El Salvador. Cambridge University Press. hlm.117–118. ISBN978-0-521-58837-9.