2.500 hingga 2.670 hektare (25,0 hingga 26,7km2; 9,7 hingga 10,3sqmi)
Kedalaman maksimal
3m (9,8ft)
Ketinggian permukaan
463m (1.519ft)
Beku
Tidak
Peta interaktif Rawa Pening
Danau Rawa Pening merupakan danau semi alam yang terletak di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Indonesia.[1] Membentang di empat kecamatan dalam wilayah Kabupaten Semarang yaitu Ambarawa, Bawen, Tuntang, dan Banyubiru. Danau ini berada di cekungan terendah yang dikelilingi oleh lereng Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo, dan Gunung Ungaran,[1] sekitar 40 kilometer ke arah selatan dari Kota Semarang. Perairan ini memegang peranan vital dalam berbagai aspek kehidupan lokal, termasuk ekosistem, ekonomi, dan budaya, dengan fungsi yang mencakup irigasi, pembangkit listrik, perikanan, dan pariwisata.[1]
Etimologi
Dalam bahasa Jawa:ꦫꦮꦥꦼꦤꦶꦁcode: jv is deprecated , translit.Rawa Pening). Pening pada nama Rawa Pening adalah salah satu varian bahasa Jawa dari kata "wening" yang berarti hening, tenang, damai.
Sejarah
Rawa Pening diperkirakan terbentuk antara 18.000 dan 13.500 SM setelah periode peningkatan curah hujan. Rawa Pening mencapai ukuran terbesarnya pada 11.000 hingga 9.000 SM, tetapi kemudian menyusut hingga mencapai ukurannya saat ini sekitar 6.000 SM.[2]
Untuk melindungi Rawa Pening, pemerintah daerah telah memberlakukan kebijakan sabuk hijau. Beberapa bangunan, seperti objek wisata Kampoeng Rawa, menjadi kontroversi karena dibangun di dalam sabuk ini.[3]
Legenda Baru Klinthing
Pemancing di Rawa Pening.
Menurut legenda, Rawa Pening terbentuk dari muntahan air yang mengalir dari bekas cabutan lidi yang dilakukan oleh Baru Klinthing. Cerita Baru Klinthing yang berubah menjadi anak kecil yang penuh luka dan berbau amis sehingga tidak diterima masyarakat dan akhirnya ditolong janda tua. Rawa ini digemari sebagai objek wisata pemancingan dan sarana olahraga air. Namun akhir-akhir ini, perahu nelayan bergerak pun sulit.