Quercus petraea merupakan jenis pohon ek gugur yang tumbuh alami di sebagian besar wilayah Eropa hingga mencapai Anatolia dan Iran. Spesies ini menjadi pohon nasional Irlandia, serta berfungsi sebagai simbol tidak resmi bagi Wales dan Cornwall. Quercus petraea awalnya dideskripsikan oleh Heinrich Gottfried von Mattuschka pada tahun 1777 sebagai varietas dari Quercus robur, yakni Quercus robur var. petraea. Kemudian, pada tahun 1784, Franz Kaspar Lieblein menaikkan statusnya menjadi spesies yang berdiri sendiri.[3]
Deskripsi
Pohon ini merupakan spesies ek gugur berukuran besar yang dapat mencapai tinggi sekitar 40 meter (130 kaki). Ia termasuk dalam kelompok ek putih (sekte Quercus. Quercus) dan memiliki kemiripan dengan ek bertangkai (Q. robur), dengan wilayah sebaran yang banyak tumpang tindih. Daunnya berukuran 7–14 cm panjang dan 4–8 cm lebar, berlobus teratur dengan lima hingga enam lobus di tiap sisi, serta memiliki tangkai daun sekitar 1 cm. Bunga jantannya muncul pada musim semi dalam bentuk bunga untai. Buahnya berupa biji ek berukuran 2–3 cm panjang dan 1–2 cm lebar, yang matang dalam waktu sekitar enam bulan. Ciri utama yang membedakannya dari Q. robur ialah daunnya yang bertangkai dan biji eknya yang sesil (tanpa tangkai), yang menjadi asal salah satu nama umum spesies ini. Pohon ini biasanya tumbuh di daerah dataran tinggi di atas 300 m dengan curah hujan relatif tinggi serta tanah dangkal, berpasir, dan bersifat asam. Nama spesifik petraea merujuk pada “tempat berbatu,” menggambarkan habitat alaminya.[4][5]
Kegunaan
Pohon ini merupakan salah satu spesies ek paling penting di Eropa, baik dari segi ekonomi maupun ekologi. Kayunya telah lama dimanfaatkan untuk pembangunan rumah, pembuatan kapal, dan perabot. Saat ini, kualitas kayu terbaik digunakan untuk membuat furnitur, venir, serta tong-tong berkualitas tinggi. Kayu yang tingkatannya lebih rendah dimanfaatkan untuk pagar, balok atap, dan berbagai kebutuhan konstruksi lainnya. Selain itu, kayu ek memiliki sifat antimikroba dan juga menjadi sumber kayu bakar yang baik. Pada musim gugur ketika produksi biji ek melimpah, hewan ternak secara tradisional dilepas untuk merumput di bawah pohon guna meningkatkan bobotnya.[6][7]