Quercus echinata Kotschy ex A.DC., not validly publ.
Quercus fenzlii Kotschy
Quercus inops Kotschy ex A.DC., not validly publ.
Quercus mesto Boiss.
Quercus obtecta Poir.
Quercus palaestina Kotschy
Quercus pentadactyla Bosc
Quercus pseudorigida Kotschy ex A.Camus
Quercus recurvans Kotschy ex A.DC.
Quercus rigida Willd.
Quercus sibthorpii Kotschy ex Boiss.
Quercus valida Kotschy ex A.DC.
Scolodrys rigida (Willd.) Raf.
Quercus coccifera, dikenal sebagai ek kermes atau ek palestina,[3] adalah spesies ek berbentuk semak hingga pohon kecil yang termasuk dalam bagian Ilex dari genus Quercus.[4] Spesies ini memiliki sejumlah sinonim, salah satunya Quercus calliprinos. Tanaman ini berasal dari kawasan Laut Tengah dan wilayah Maghreb di Afrika Utara, dengan persebaran yang membentang dari Maroko hingga Prancis di utara, serta dari Portugal hingga Siprus dan Turki di timur, melintasi Spanyol, Italia, Libya, wilayah Balkan, dan Yunani termasuk Pulau Kreta. Ek kermes memiliki nilai historis yang penting karena menjadi tanaman inang bagi serangga sisik Kermes, sumber zat pewarna merah yang dulu dikenal luas.[5] Nama spesifik coccifera merujuk pada penghasil pewarna merah tersebut, berasal dari kata bahasa Latincoccum yang diturunkan dari bahasa Yunaniκόκκος, berarti serangga kermes, dengan akhiran Latin -fera yang berarti "pembawa".[6]
Deskripsi
Quercus coccifera umumnya tumbuh sebagai semak dengan tinggi kurang dari 2 meter, meskipun kadang dapat berkembang menjadi pohon kecil setinggi 1–6 meter. Dalam kasus tertentu, spesimen yang jauh lebih tinggi pernah tercatat, seperti yang mencapai sekitar 10 meter di Kouf, Libya.[7]
Taksonomi
Quercus coccifera pertama kali dideskripsikan oleh Carolus Linnaeus pada tahun 1753. Dalam bahasa Prancis, spesies ini dikenal sebagai chêne des garrigues atau “ek garrigue.” Istilah garrigue berasal dari kata dalam bahasaKatalan atau Oksitan, garric, yang berarti “bengkok” dan digunakan untuk menyebut Q. coccifera dalam kedua bahasa tersebut. Di Spanyol, nama umumnya adalah chaparro, merujuk pada ukurannya yang kecil, sebuah ciri yang juga dimiliki berbagai spesies ek lain yang hidup di habitat serupa, misalnya komunitas chaparral di Amerika. Kata chaparro sendiri berasal dari bahasa Baska, yaitu txapar, yang berarti "semak kecil".[8]
Secara taksonomi, Q. coccifera ditempatkan dalam bagian Ilex. Hingga Februari 2023, Plants of the World Online masih menganggapnya sebagai sinonim dari Quercus coccifera, tetapi pandangan ini cukup diperdebatkan. Banyak peneliti, terutama dari wilayah Mediterania timur, menilai bahwa tanaman tersebut berbeda dan layak dipisahkan setidaknya pada tingkat subspesies, atau bahkan sebagai spesies tersendiri.[2]
Status konservasi
Tanaman ini termasuk sebagai spesies yang terancam punah dalam Buku Merah Bulgaria.[9]