Pangeran Purbodiningrat menikah dengan Ratu Maduretno pada tanggal 9 Mei 2008. Sebelum menikah, terlebih dahulu dia diberi nama dan gelar baru. Nama yang diberikan oleh Sultan adalah Purbodiningrat sementara gelar yang diberikan adalah Kanjeng Raden Tumenggung, sementara itu calon pengantin wanita berubah gelarnya menjadi Gusti Raden Ayu (GRAy) Purbodiningrat.[1] Saat wisuda pemberian gelar, disampaikan bahwa nama dan gelar ini baru boleh dipakai setelah dia resmi menikah. Akan tetapi sebelum pernikahan berlangsung, Sultan yang merayakan tumbuk ageng ulang tahun ke-64 berkenan memberikan gelar baru kepada putri dan calon menantunya. Purbodiningrat diangkat menjadi pangeran bergelar Kanjeng Pangeran Haryo, sedangkan calon istrinya diangkat menjadi Gusti Kanjeng Ratu Maduretno.[2]
Selayaknya acara pernikahan di kraton, rangkaian upacara dimulai dengan ritual "nyantri" yang diteruskan dengan acara siraman.[3] Keesokan harinya, ijab kabul diadakan di masjid keraton hanya diikuti oleh mempelai pria.[4] Usai ijab kabul, barulah pengantin pria dipertemukan dengan pengantin wanita di bangsal kencana. Acara ini dihadiri oleh pejabat tinggi negara.[5]
Rangkaian upacara pernikahan diakhiri dengan acara pamitan.[6] Berbeda dengan pernikahan adik-adiknya Ratu Hayu dan Ratu Bendoro, pernikahan Purbodiningrat dan Ratu Maduretno tidak diikuti dengan prosesi kirab.
Pangeran Purbodiningrat yang awalnya adalah wiraswastawan, pernah bekerja sebagai pegawai PEMDA DIY sebagai Penatalaksana Pembinaan APBD Kabupaten/Kota Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset PEMDA Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pada tahun 2014, Purbodiningrat mencalonkan diri sebagai anggota DPRD DIY melalui partai PDIP dan terpilih sebagai anggota dengan mengantongi 15,861 suara.[7]
Riwayat Pekerjaan
1994 - 2009: Swasta dan wiraswasta
2009 - 2013: PNS PEMDA Daerah Istimewa Yogyakarta
2014 - 2019: Anggota DPRD-DIY, Fraksi PDI Perjuangan
2019 - 2024: Anggota DPRD-DIY, Fraksi PDI Perjuangan
Aktivitas Sosial
2010 - Sekaran: SAR DIY
2010 - 2015: LPM Suluh Desa
2011 - sekarang: Ketua Dewan Pengurus Wilayah Assosiasi Hutan Tanaman Rakyat Mandiri Indonesia (AHTMRMI) Provinsi DIY [8]
2019 - 2024: Ketua Harian PB ESI DIY
2021 - 2026: Ketua Umum KBA Padmanaba Kompartemen Yogyakarta
↑Ahmad Lutfie (25 April 2015). "Menantu Sultan lolos ke DRPD DIY". Kedaulatan Rakyat. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-12-24. Diakses tanggal 23 December 2015.