Purachatra Jayakara, Pangeran Kamphaengphet[a] (23 Januari 1881 – 14 September 1936) adalah seorang Pangeran Siam dan anggota Keluarga Kerajaan Siam (kemudian Thailand). Ia mendirikan Wangsa Chatrajaya[b] keturunannya masih menggunakan nama belakang kerajaan ini. Ia adalah putra dari Raja Chulalongkorn (Rama V Agung) dari Siam. Ia sering dijuluki sebagai Bapak Radio Thailand dan Bapak Kereta Api Thailand atas kontribusi besarnya di kedua bidang tersebut.
Biografi
Pangeran Purachatra Jayakara lahir pada tanggal 23 Januari 1881,[1] di kompleks Istana Raja (Bangkok). Ia merupakan putra ke-35 dari Raja Chulalongkorn dan Selir Wad.[1] Ia memulai pendidikannya di Sekolah Suankularb Wittayalai, kemudian melanjutkan ke Sekolah Harrow pada tahun 1894. Sang pangeran lalu menempuh studi di Sekolah Teknik di Trinity College, Cambridge, dan teknik militer di Chatham. Ia juga belajar di Prancis dan Belanda pada Sekolah Teknik penggalian bendungan dan kanal. Setelah lulus, ia sempat bekerja kembali di Inggris dan menjadi perwira di Lembaga Insinyur Sipil (ICE).
Ia kembali ke Thailand pada tahun 1904, mengabdi sebagai insinyur militer dan perwira di Angkatan Darat Kerajaan Siam. Ia mengembangkan Departemen Teknik Militer Siam dengan menggunakan pengetahuan yang ia peroleh dari pendidikan Baratnya. Pada tahun 1933, ia pensiun dan pindah ke Singapura bersama keluarganya, menetap di sana hingga wafat pada tanggal 14 September 1936 di usia 55 tahun.[1]
Tugas kerajaan
Perkeretaapian Thailand
Pada masa pemerintahan Raja Chulalongkorn, pengelolaan kantor perkeretaapian Siam awalnya diberikan kepada pengawas asing untuk sistem administrasi perkeretaapian di sekeliling Thailand. Setelah mangkatnya sang raja pada tahun 1910 dan dimulainya era baru Raja Vajiravudh (Rama VI), raja meminta saudara tirinya, Pangeran Purachatra Jayakara, untuk memimpin Departemen Kereta Api Utara. Kemudian pada tahun 1917, Raja Vajiravudh menggabungkan perkeretaapian jalur Utara dan jalur Selatan menjadi Departemen Kereta Api Kerajaan dan mengangkat Pangeran Purachatra Jayakara sebagai komandan pertamanya.[2] Ia mengelola dan mengembangkan sistem kereta api dengan sangat baik. Ia memperluas jalur kereta ke wilayah utara dan selatan. Selain itu, ia membangun Jalur Timur Laut (Thailand) yang membentang dari Provinsi Nakhon Ratchasima hingga Provinsi Ubon Ratchathani, serta Jalur Timur (Thailand) dari Provinsi Chachoengsao ke Provinsi Sa Kaeo yang berakhir di Distrik Aranyaprathet. Ia membeli dua lokomotif diesel bertenaga 180 daya kuda dari pabrikan Swiss Locomotive and Machine Works untuk digunakan pada kereta lokal di sekitar Bangkok pada tahun 1928, menjadikan Thailand sebagai negara pertama di Asia yang melakukannya.[2][3]
Belakangan, Raja Vajiravudh membubarkan departemen jalan raya dan memasukkannya ke dalam Departemen Kereta Api Kerajaan. Pangeran Purachatra Jayakara bertanggung jawab atas pembangunan seluruh jalan dan jembatan di negara tersebut, termasuk Jembatan Kasatsuk, Jembatan Ratchadaphisek di Provinsi Lampang, Jembatan Memorial, Bangkok dan Jembatan Rama VI, yang merupakan jembatan pertama yang melintasi Sungai Chao Phraya.[4]
Pada tahun 1921, sembari menjabat sebagai komandan departemen kereta api, ia membawa mesin pengeboran minyak mentah pertama kali ke Distrik Fang, Provinsi Chiang Mai, tempat masyarakat setempat menemukan kandungan minyak mentah dalam jumlah besar. Ia mempekerjakan ahli geologi asal Amerika Serikat untuk melakukan survei sistem geologi guna memetakan potensi minyak mentah dan batu bara di seluruh Thailand.
Transportasi dan komunikasi
Purachatra Jayakara, Pangeran Kamphaengphet dan Putri Prabhavasiddh Narumala, difoto di London, 2 Juni 1920
Ia merupakan pionir yang membawa sistem komunikasi modern ke Thailand. Ia mendirikan pemancar radio kecil untuk uji coba siaran dan mengudara pertama kali pada tahun 1930.[5] Ia mendirikan stasiun penyiaran radio pertama yang bernama Phayathai radio station. Ia menjadi orang pertama di Siam yang membangun infrastruktur penyiaran komunikasi nasional. Setelah itu, ia menjabat sebagai Menteri Perdagangan dan Transportasi. Ia sempat merencanakan pembangunan transmisi siaran televisi, yang jika terwujud akan menjadikan Siam sebagai negara pertama di Asia yang bereksperimen dengan televisi, dan telah menghubungi perusahaan Amerika untuk menyediakan serta memasang peralatannya. Namun, akibat Revolusi Siam 1932, proyek tersebut dibatalkan. Selain itu, ia juga mendirikan kantor-kantor telegraf di seluruh negeri untuk layanan surat, paket, dan pos, serta membuka jaringan komunikasi internasional dari Thailand ke berbagai negara luar.
Di bidang transportasi udara, ia sangat tertarik pada sistem operasi penerbangan. Ia sempat mendemonstrasikan penerbangan pesawat, yang kemudian diakui sebagai orang Thailand pertama yang terbang. Ia lalu mendirikan bisnis operasional penerbangan penerbangan niaga, termasuk penerbangan internasional untuk melayani rute komersial internasional.
Pada tanggal 1 April 1926, ia diangkat menjadi Menteri Perdagangan dan Transportasi, gabungan dari dua kementerian yang disatukan. Pasca-Revolusi Siam, ia sering menjalankan tugas-tugas kerajaan dan upacara resmi mewakili saudara tirinya, Raja Prajadhipok (Rama VII), sebelum sang raja turun takhta.
Pernikahan dan Keturunan
Pangeran Purachatra Jayakara, Pangeran Kamphaengphet memiliki 7 selir dan 12 anak (4 putra dan 8 putri).[1]
Phra Worawongse Ther Phra Ong Chao (Yang Mulia Putri) Mayurachatra (7 Maret 1906 – 11 Agustus 1970), menikah dengan Mom Chao (Yang Mulia Pangeran) Sohbhana Bharadaya Svastivatana, memiliki keturunan.
Putri Tanpa Nama (wafat sesaat setelah lahir)
Phra Worawongse Ther Phra Ong Chao (Yang Mulia Pangeran) Prem Purachatra (12 Agustus 1915 – 24 July 1981), menikah dengan Ngamchitti Sarsas, tidak memiliki keturunan. Ia mendirikan Wangsa Purachatra (Thai: ราชสกุลบุรฉัตรcode: th is deprecated ), yang terpisah dari wangsa ayahnya.
Ia menikah untuk kedua kalinya dengan putri dari Chiang Mai, Chao Ladakham, dan memiliki 2 putri:
Mom Chao (Yang Mulia Putri) Chatrasuda Chatrajaya (27 Februari 1920 – 21 Mei 1996), menikah pertama kali dengan Mom Chao (Yang Mulia Pangeran) Ravivanna Bairojana Rabībadhana, kemudian menanggalkan gelar kerajaannya setelah menikah untuk kedua kalinya dengan Narong Wongthongsri, seorang pengusaha.
Mom Chao (Yang Mulia Putri) Bhadaralada Chatrajaya (21 Maret 1924 – 29 Maret 2008), menikah dengan Mom Chao (Yang Mulia Pangeran) Biriyadis Tisakula, memiliki keturunan.
Dengan Mom Pian Chatrajaya na Ayudhya (née Surakup; 1 September 1899 – 14 Juli 1938), memiliki 1 putri:
Mom Chao (Yang Mulia Putri) Kanchanachatra Chatrajaya (21 Desember 1921 – 20 Juli 1988), menikah dengan Mom Chao (Yang Mulia Pangeran) Prasomsuksavasdi Sukhasvasti, memiliki keturunan.
Dengan Mom Pued Chatrajaya na Ayudhaya (née Pheungrakwong; 12 Juni 1906 – 5 Maret 1984), memiliki 1 putra:
Mom Chao (Yang Mulia Pangeran) Surachatra Chatrajaya (15 Juni 1929 – 27 Agustus 1993), menikah pertama kali dengan Rajda Israsena na Ayudhya, dan kedua kali dengan Mom Rajawongse Ruengrambai Jumbala, memiliki keturunan.
Dengan Mom Buaphud Chatrajaya na Ayudhya (née Intrasut; lahir 5 April 1911), memiliki 1 putra dan 1 putri:
Mom Chao (Yang Mulia Putri) Fuengchatra Chatrajaya (9 Mei 1932 – 8 Juli 2004), menikah dengan Mom Rajawongse Bibadhanadis Tisakula, memiliki keturunan.
Mom Chao (Yang Mulia Pangeran) Bipulchatra Chatrajaya (12 September 1935 – 31 Mei 1956).
Dengan Mom Chamlong Chatrajaya na Ayudhya (née Chalanukroh; 8 September 1913 – 4 November 1968), memiliki 1 putri:
Mom Chao (Yang Mulia Putri) Hiranyachatra Chatrajaya (20 Oktober 1933 – 19 Oktober 1998), menanggalkan gelar kerajaannya setelah menikah dengan Alfred Fitting, dan kemudian menikah kedua kalinya dengan Bevan Edwards, memiliki keturunan.
Dengan Mom Euam Chatrajaya na Ayudhya (née Aruntat; 14 Oktober 1910 – 16 Februari 1948), memiliki 1 putra:
Mom Chao (Yang Mulia Pangeran) Dibyachatra Chatrajaya (6 Oktober 1934 – 13 January 2010), menikah dengan Charusri Ratanawaraha, Mandhana Bunnag, dan Orasri Leenawat, memiliki keturunan.
Silsilah
Leluhur Pangeran Purachatra Jayakara, Krom Phra Kamphaengphet Akarayothin
Pangeran Purachatra Jayakara, Pangeran Kamphaengphet
↑"สะพานข้ามแม่น้ำเจ้าพระยาแห่งแรก เชื่อมต่อฝั่งธนบุรี-พระนคร"[Jembatan pertama yang menyeberangi Sungai Chao Phraya, menghubungkan sisi Thon Buri dan Phra Nakhon]. Train Relations Journal (dalam bahasa Thai). 5: 28. 2021. Diakses tanggal 5 November 2021.