Pulau ini termasuk dalam kategori pulau tidak berpenghuni namun menjadi tempat wisata warga sekitar. [1]
Sejarah
Pulau ini diperkirakan berasal dari letusan gunung Kaweng.
Mitos
Pulau ini berasal dari cerita tentang sepasang manusia yang melanggar larangan orang tua mereka untuk menikah dan lari ke dalam hutan.[1]
Referensi
12Batubara, Rido; Rusandi, Andi; Yusuf, Muhammad; Roroe, Pingkan Katharina; Sidqi, Muhandis; Sinaga, Simon Boyke; Solihin, Akhmad (2015). Sulawesi Utara Manikam Nusa di Tepian Minahasa dan Bolaang Mongondow. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. ISBN978-979-709-588-8. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Artikel bertopik pulau di Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.