Paris Saint-Germain memenangi pertandingan dengan skor 4–3 melalui adu penalti setelah imbang 2–2 hingga waktu normal berakhir dan meraih gelar Piala Super UEFA perdana.[6] Selain itu, Paris Saint-Germain menjadi klub asal Prancis pertama yang memenangi kompetisi ini. Tottenham Hotspur menjadi klub pertama yang gagal memenangi kompetisi setelah unggul dua gol sejak 1998 dan penggunaan format pertandingan tunggal.
Stadion Friuli di Udine, Italia terpilih sebagai tuan rumah pertandingan saat pertemuan Komite Eksekutif UEFA di Lausanne, Swiss pada 16 Desember 2024.[7]
Pra pertandingan
Perangkat pertandingan
Pada 30 Juli 2025, UEFA menunjuk wasit asal Portugal João Pinheiro sebagai wasit untuk pertandingan ini. Pinheiro merupakan wasit berlisensi FIFA sejak 2016 dan telah bertugas pada 68 pertandingan kompetisi UEFA. Ia bertugas pada lima pertandingan babak gugur kompetisi antarklub UEFA musim ini, diantaranya sebagai wasit keempat di final Liga Champions UEFA 2025 antara Paris Saint-Germain dan Inter Milan. Ia dibantu rekan senegaranya, yaitu Bruno Jesus bersama Luciano Maia sebagai asisten wasit, Tiago Martins sebagai asisten wasit video, dan Fábio Melo sebagai pembantu asisten wasit video 1. Wasit asal Azerbaijan Elchin Masiyev bertindak sebagai wasit keempat, sedangkan Pol van Boekel dari Belanda terpilih sebagai pembantu asisten wasit video 2.[2]
Pertandingan
Ringkasan
Pada menit ke-39, Micky van de Ven membawa Tottenham Hotspur unggul melalui tendangan jarak dekat memanfaatkan bola liar upaya João Palhinha yang ditepis Lucas Chevalier membentur mistar. Skor berubah menjadi 2–0 pada menit ke-48 ketika Cristian Romero mencetak gol melalui tandukan memantul dari sisi kiri yang masuk ke sisi kanan gawang melewati tangkapan Lucas Chevalier setelah memanfaatkan umpan tendangan bebas Pedro Porro.[8] Dengan lima menit tersisa, Lee Kang-in memperkecil ketertinggalan Paris Saint-Germain melalui tendangan mendatar dari jarak 20 yard (18m) yang mengarah ke sudut kanan gawang. Pada menit keempat waktu tambahan, Gonçalo Ramos menyamakan kedudukan melalui tandukan jarak dekat setelah menerima umpan silang Ousmane Dembélé dari sisi kanan. Pertandingan berakhir imbang 2–2 dan langsung dilanjutkan ke adu penalti. Nuno Mendes mencetak penalti kemenangan yang membuat skor berakhir 4–3 dan Paris Saint-Germain meraih gelar untuk pertama kali.[9]
Detail
Juara Liga Champions berstatus sebagai tim "tuan rumah" untuk tujuan administratif.