Piala Indonesia adalah merupakan sebuah kompetisi turnamen resmi sepak bola tahunan yang diselenggarakan oleh PSSI. Pertama kali kompetisi ini digelar pada tahun 2005 dengan nama Copa Indonesia (Copa Dji Sam Soe untuk alasan sponsor).
Melalui kompetisi Piala Indonesia, klub-klub dari luar Liga Super memiliki kesempatan untuk menghadapi klub-klub besar yang selalu menghuni Liga Super. Bagi klub-klub divisi terendah, merupakan kebanggaan dapat mengukur kemampuan melawan klub-klub besar bahkan menjadi motivasi tersendiri untuk menjadi pembunuh raksasa jika mampu mengalahkan klub-klub dari divisi di atasnya.
Arema merupakan juara di musim pertama tahun 2005. Sriwijaya FC adalah klub tersukses dengan 3 gelar.[2]
Sejarah
Piala Indonesia digelar untuk pertama kalinya pada tahun 2005 dan disponsori PT. HM Sampoerna Tbk. dengan produk unggulannya yakni Dji Sam Soe, sehingga ajang tersebut dinamakan pula dengan Copa Dji Sam Soe Indonesia 2005. Kompetisi Copa Indonesia 2005 melibatkan 62 tim yang terdiri dari 28 klub Divisi Utama, 27 klub Divisi Satu dan 7 klub Divisi Dua.[3][4]
Klub yang mampu menjuarai turnamen ini berhak mewakili Indonesia di ajang Liga Champions Dua AFC. Ada beberapa penghargaan di turnamen Piala Indonesia, selain dari piala bergilir.
Final Piala Indonesia 2008-09 diwarnai dengan tindakan Persipura yang menyatakan walkover pada menit ke-60 saat kedudukan 1–0 untuk keunggulan Sriwijaya FC. Hal ini menyebabkan Sriwijaya FC dinyatakan menang 4–0. Setelah kasus ini, muncul isu bahwa Persipura akan mengalami penurunan kasta atau mengundurkan diri dari Liga Indonesia dan bergabung dengan A-League(Liga Australia), tetapi kemudian pada edisi selanjutnya mereka tetap bermain dalam kompetisi lokal Indonesia.
Setelah vakum lebih dari 5 tahun, final Piala Indonesia 2018-19 dilaksanakan dengan sistem kandang-tandang, di mana sebelumnya menggunakan sistem satu pertandingan. Pertandingan kedua sempat ditunda setelah terjadi penyerangan pada bus pemain Persija saat akan melakukan sesi latihan.[22]