Tempurung siput yang dipecahkan paok lantang sampai pecah.
Burung ini berukuran besar, yakni 18cm. Muka dan tenggorokan hitam, mahkota kecoklatan dengan strip median gelap. Leher, dada, dan kedua sisi perutnya bungalan.[3][4] Kedua sisi dada berwarna krim, dan perutnya berwarna oranye. Apabila paok lantang terbang, sayap dan ekor telihat berwarna biru hijau cemerlang.[4] Siulan “howih ku hoowih” dengan nada rendah yang berirama tetapi terkesan tergesa-gesa. Nada tunggal “keyar” berirama, tajam menusuk.[3]
Kebiasaan
Perkembangbiakan
Mereka membangun sarang yang berbentuk kubah yang agak rumit didasar pohon. Paok lantang bertelur sebanyak tiga sampai empat butir.[4] Di luar musim kawin, mereka menjadi agak lebih tenang[5].Sarangnya terbuat dari ranting pohon, daun, dan lumut. Adapun musim kawin terjadi pada bulan Oktober-Januari.[6]