Muhammad bin Abu Bakar termasuk di antara pemberontak yang turut serta dalam mengepung rumah Khalifah Utsman bin Affan hingga terbunuh.[5] Ia kemudian menjadi pendukung Ali bin Abi Thalib serta hadir bersamanya dalam Pertempuran Jamal dan Pertempuran Shiffin.[3] Ali kemudian mengirimnya sebagai gubernur Mesir pada tahun 37 H (657 M) setelah Malik al-Asytar.[3][6] Pemerintahannya tidak stabil sehingga Muawiyah bin Abu Sufyan, gubernur Syam, mengirim Amr bin al-Ash bersama pasukannya untuk merebut Mesir.[6] Muhammad dikalahkan dalam salah satu pertempuran lalu bersembunyi hingga Muawiyah bin Hudaij, salah satu tentara Amr, berhasil menemukannya dan membunuhnya.[3][7] Ia meninggal pada tahun 38 H (658 M).[2] Amr bin al-Ash selanjutnya menggantikannya sebagai gubernur Mesir.[6]
↑Ja'far merupakan keturunan Khalifah Ali dari pihak ayah. Silsilahnya adalah Ja'far bin Muhammad bin Ali bin Husain bin Khalifah Ali. Sementara dari pihak ibu, ia merupakan keturunan Muhammad bin Abu Bakar. Nama ibu Ja'far adalah Ummu Farwah binti al-Qasim bin Muhammad bin Abu Bakar.[13]
↑Nama asli Ibnul Jauzi adalah Abdurrahman dan kunyahnya adalah Abu al-Faraj. Silsilahnya adalah Jamaluddin Abu al-Faraj Abdurrahman bin Ali bin Muhammad bin Ali bin Ubaidillah bin Abdullah bin Hammadi bin Ahmad bin Muhammad bin Ja'far bin Abdullah bin al-Qasim bin an-Nadhr bin al-Qasim bin Muhammad bin Abdullah bin Abdurrahman bin al-Qasim bin Muhammad bin Abu Bakar.[14]
123Prof. Dr. Abdussyafi Muhammad Abdul Lathif. Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Bani Umayyah. Pustaka Al-Kautsar. hlm.124–125. Diarsipkan dari asli(Bukel) tanggal 2024-03-15. Diakses tanggal 2024-03-15.