Mircea Eliade (13 Maret [K.J.: 28 Februari] 1907 – Chicago, 22 April 1986) adalah novelis, sejarawan, filsuf, pengajar dan diplomat berkebangsaan Rumania. Keluarga Mircea Eliade merupakan salah satu elite di Rumania. Mircea Eliade kuliah di Universitas Bukares untuk mempelajari platonisme dan renaisans Italia lalu kemudian berkuliah di Universitas Kolkata untuk mempelajarai filsafat Hindu.
Sejak tahun 1933, Mircea Eliade mengawali karier sebagai novelis dengan novel tentang India. Pada tahun yang sama, ia menjadi pengajar di Universitas Bukares hingga tahun 1939. Selama berlangsungnya Perang Dunia II , Pemerintah Rumania menugaskan Mircea Eliade sebagai diplomat dengan jabatan sebagai Atase Kebudayaan Rumania di London dan di Lisboa. Setelah berakhirnya Perang Dunia II, Mircea Eliade bekerja sebagai pengajar di École des hautes études en sciences sociales hingga tahun 1956. Pada tahun 1956, Mircea Eliade pindah ke Chicago untuk mengajar di Universitas Chicago dengan jabatan sebagai Ketua Jurusan Sejarah Agama.
Mircea Eliade merupakan salah satu pengkaji fenomena keagamaan. Sumbangsih pemikiran Mircea Eliade mengenai agama menjadi salah satu yang berpengaruh dalam pengembangan bagi sosiologi agama. Dua konsep penting yang dihasilkan ole pemikiran Mircea Eliade adalah hierofani dan masyarakat agama. Mircea Eliade juga menghasilkan karya tulis ilmiah antara lain Pola dalam Perbandingan Agama dan Ensiklopedia Agama.
Pada tanggal 14 April 1986, Mircea Eliade mengalami kelumpuhan akibat penggumpalan darah di otak ketika sedang membaca sebuah buku karangan Emil Cioran. Ia kemudian dirawat di rumah sakit Rumah Sakit Bernard Mitchell dalam kawasan Universitas Chicago di Chicago, Amerika Serikat. Setelah menerima perawatan selama 8 hari, Mircea Eliade meninggal pada pagi hari tanggal 22 April 1986.
Kelahiran dan keluarga
Mircea Eliade dilahirkan pada tanggal 13 Maret 1907 di Bukares, Rumania.[1] Tanggal tersebut merupakan penanggalan dari kalender Gregorius yang tidak digunakan di Rumania hingga tahun 1924. Waktu kelahiran Mircea Eliade masih menggunakan kalender Julius yaitu 28 Februari 1907. Namun keluarga Mircea Eliade merupakan pengikut Gereja Ortodoks dan merayakan kelahiran Mircea Eliade pada tanggal 9 Maret 1907 yang bertepatan dengan Hari Empat Puluh Martir.[2]
Orang tua Mircea Eliade bernama Gheorghe Eliade dan Ioana Stonencu. Keluarga Mircea Eliade merupakan salah satu elite di Rumania yang waktu kelahirannya menganut monarki konstitusional.[3]
Pendidikan
Mircea Eliade kuliah di Universitas Bukares dan mempelajari pemikiran mistik dalam platonisme dan renaisans Italia.[4] Ketika belajar di Universitas Bukares, Mircea Eliade tertarik terhadap pemikiran Hindu di India yang mengutamakan kesatuan spiritual dengan jiwa tertinggi yang mengendalikan dunia. Ketertarikan ini membuatnya mendaftar untuk kuliah di Universitas Kolkata pada tahun 1928. Ia kemudian belajar dengan dibimbing oleh Surendranath Dasgupta. Mircea Eliade menamatkan pendidikan di Universitas Kolkata pada tahun 1931 dan kembali ke Rumania.[4]
Pekerjaan
Sepanjang tahun 1933 pada usianya yang ke-26 tahun, Mircea Eliade menulis novel-novel yang membahas tentang India dan menjadi populer.[4] Selain itu, ia juga mulai mengajar di Universitas Bukares sejak tahun 1933 hingga tahun 1939.[5] Ketika Perang Dunia II dimulai, Pemerintah Rumania menugaskan Mircea Eliade sebagai diplomat.[4] Pada tahun 1940, Mircea Eliade menjabat sebagai Atase Kebudayaan Rumania di London. Kemudian pada tahun 1941 hingga tahun 1944, ia ditugaskan sebagai Atase Kebudayaan Rumania di Lisboa.[5]
Setelah berakhirnya Perang Dunia II, Mircea Eliade kembali ke Rumania.[4] Namun ia menentang sovietisasi terhadap Rumania dan memilih tinggal di Paris untuk bekerja sebagai pengajar di École des hautes études en sciences sociales hingga tahun 1956. Pada tahun 1956, Mircea Eliade pindah ke Chicago untuk mengajar di Universitas Chicago dengan jabatan sebagai Ketua Jurusan Sejarah Agama.[5]
Pemikiran
Mircea Eliade merupakan salah satu pengkaji fenomena keagamaan.[6] Ia merupakan salah satu ilmuwan yang secara khusus mengkaji tentang kegiatan dalam kehidupan manusia yang mewakili pengalaman keagamaan.[7] Sumbangsih pemikiran Mircea Eliade mengenai agama menjadi salah satu yang berpengaruh dalam pengembangan bagi sosiologi agama.[8]
Mitos
Mircea Eliade merupakan salah satu pendukung dari pemikiran bahwa mitos memiliki makna penting bagi kehidupan manusia. Peran mitos yang terutama bagi kehidupan manusia ialah sebagai ekspresi simbolis.[9]
Hierofani
Istilah hierofani diciptakan oleh Mircea Eliade pada tahun 1972. Hierofani merupakan konsep bahwa perilaku manusia merupakan hasil dari pengalaman keagamaan manusia yang bersifat suci maupun sakral. Keterwakilan pengalaman keagamaan manusia dari perilaku manusia dapat berkaitan dengan pengalaman diri sendiri, diri dengan masyarakat maupun diri dengan dunia. Perolehan pengalaman keagamaan manusia dapat terjadi dengan hal-hal yang bersifat sakral dan suci seperti karya seni, artefak maupun bangunan.[10]
Konsep hierofani menjelaskan bahwa sesuatu yang sakral memiliki hubungan dengan sesuatu yang tidak sakral. Penerapannya berlaku pada agama dengan kondisi manusia memiliki pengalaman dengan sesuatu yang sifatnya supranatural.[11] Sesuatu yang tidak sakral menurut Mircea Eliade adalah kehidupan sehari-hari yang dilakukan oleh manusia. Sementara sesuatu yang supranatural menjadi sesuatu yang sakral karena bersifat tidak biasa terjadi, tidak mudah dilupakan dan dianggap sangat penting.[12]
Masyarakat agama
Mircea Eliade menyimpulkan bahwa manusia adalah makhluk reiligius melalui fakta bahwa keberadaan agama selalu berpengaruh dalam kehidupan manusia. Setiap masyarakat di dunia ini menurut Mirce Eliade selalu disertai dengan keberadaan agama. Kesimpulan adanya masyarakat agama didasari oleh Mircea Eliade dari penemuan antropologi yang menyatakan bahwa sejak zaman purba, manusia telah mengaitkan segala hal terhadap sesuatu yang sakral seperti tempat, waktu dan ritual.[13]
Masyarakat agama merupakan konsep yang dibuat oleh Mircea Eliade berdasarkan pandangannya bahwa agama tercipta dari sesuatu yang bersifat sakral. Mircea Eliade membedakan masyarakat agama menjadi dua jenis, yaitu masyarakat tradisional dan masyarakat modern. Masyarakat tradisional diartikan oleh Mircea Eliade sebagai masyarakat yang memandang dunia sebagai suatu pengalaman yang sakral. Sementara itu, masyarakat modern diartikan oleh Mircea Eliade sebagai masyarakat yang meyakini bahwa tidak ada pengalaman sakral di dunia.[14]
Karya tulis ilmiah
Pola dalam Perbandingan Agama
Mircea Eliade menulis Pola dalam Perbandingan Agama untuk menjelaskan hasil penelitiannya tentang sejarah agama. Dalam bukunya ini, Mircea Eliade menjelaskan tentang alasan dari manusia mulai meninggalkan keyakinan terhadap Tuhan tertinggi dan mulai mengadakan penyembahan terhadap roh dan sejenisnya. Ia menyatakan bahwa manusia hanya mengingat Tuhan tertinggi ketika mengalami bencana yang berasal dari langit. Pada kondisi manusia hanya mengalami kesulitan yang berasal dari Bumi, manusia hanya memberi perhatian terhadap sesuatu yang berada di Bumi. Penyebab utamanya ialah adanya kebutuhan manusia terhadap kekuatan yang mengendalikan kebutuhan harian manusia di Bumi. Manusia hanya akan mengingat Tuhan tertinggi ketika mengalami bencana dari langit.[15]
Ensiklopedia Agama
Ensiklopedia Agama merupakan karya tulis terakhir yang ditulis oleh Mircea Ediale pada masa akhir kehidupannya. Dalam penulisan Ensiklopedia Agama, Mircea Ediale berperan sebagai kepala redaksi. Ensiklopedia Agama disusun sebanyak 16 volume. Isi dari Ensiklopedia Agama mencakup pengetahuan yang luas mengenai persamaan dari fenomena keagamaan yang dialami oleh berbagai kebudayaan dan kehidupan dari berbagai suku di benua Afrika, Asia, Australia, dan Amerika. Kesamaan-kesamaan yang ditemukan meliputi mitos, simbol, dan ritual kebudayaan. Ensiklopedia Agama mencakup seluruh agama dari yang tertua hingga yang terbaru selama dapat ditelusuri melalui penelitian terhadap kerangka dasar, struktur dan makna dari fenomena agamanya.[16]
Kematian
Pada tanggal 14 April 1986, Mircea Eliade mengalami kelumpuhan akibat penggumpalan darah di otak ketika sedang membaca sebuah buku karangan Emil Cioran. Ia kemudian dipindahkan dari apartemen tempat tinggalnya menggunakan ambulans untuk dirawat di rumah sakit Rumah Sakit Bernard Mitchell dalam kawasan Universitas Chicago di Chicago, Amerika Serikat. Mircea Eliade akhirnya meninggal pada pagi hari tanggal 22 April 1986 setelah menerima perawatan di rumah sakit selama 8 hari.[17][1][18]
Susanto, Hary (2019). "The Meaning of Deus Otiosus in Mircea Ediale". Dalam Wijanarka, H., dan Pukan, E. O. (ed.). Pencarian Manusia akan Makna: Kumpulan Artikel Dr. Hary Susanto, S.J.(PDF) (dalam bahasa Inggris). Yogyakarta: Fakultas Sastra, Universitas Sanata Dharma. hlm.1–29. ISBN978-602-50956-8-9. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: editors list (link) Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)