"Umat-Ku, baiklah ingat apa yang dirancangkan oleh Balak, raja Moab, dan apa yang dijawab kepadanya oleh Bileam bin Beor dan apa yang telah terjadi dari Sitim sampai ke Gilgal, supaya engkau mengakui perbuatan-perbuatan keadilan dari TUHAN."[8]
Di ayat ini Allah mengingatkan umat Israel akan perbuatan-Nya untuk melindungi dari kutuk orang (dalam hal ini dari Bileam bin Beor atas suruhan raja Balak bin Zipor dari Moab, seperti yang dicatat dalam Kitab Bilanganpasal 22-24) serta keajaiban yang dialami dalam perjalanan memasuki tanah Kanaan (seperti yang dicatat dalam Kitab Yosuapasal 3-4)
Ayat 8
"Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?" (TB)[9]
Mikha memberikan definisi lipat tiga mengenai standar kebaikan menurut Allah dan apa yang diperlukan dalam pengabdian umat kepada-Nya:
(1) umat harus bertindak dengan adil, yaitu tidak memihak dan jujur dalam memperlakukan sesama (bandingkan Matius 7:12);
(2) umat harus mengasihi kemurahan hati, yaitu, menunjukkan belas kasihan sejati dan kebaikan kepada mereka yang memerlukan bantuan;
(3) umat harus hidup dengan rendah hati di hadapan Allah, yaitu setiap hari merendahkan diri di hadapan-Nya dalam ketakutan dan kehormatan kepada kehendak-Nya (bandingkan Yakobus 4:6–10; 1 Petrus 5:5–6). Ibadah umum hanya merupakan bagian kecil dari seluruh pengabdian umat kepada Allah dalam YesusKristus. Kasih yang sungguh-sungguh kepada Tuhan harus terungkap dalam kepedulian tak berkeputusan kepada mereka yang kekurangan.[10]
Ayat 16
"Engkau telah berpaut kepada ketetapan-ketetapan Omri dan kepada segala perbuatan keluarga Ahab, dan engkau telah bertindak menurut rancangan mereka, sehingga Aku membuat engkau menjadi ketandusan dan pendudukmu menjadi sasaran suitan; demikianlah kamu akan menanggung pencelaan dari pihak bangsa-bangsa." (TB)[11]