Stirner bukan seorang penulis aktif yang menulis banyak esai ataupun buku. Sepanjang hidupnya, Ia hanya menulis setidaknya lima esai, paling terkenal adalah Recensenten Stirners berisi puluhan argumen dan kritik Stirner yang kemudian dirangkum menjadi buku "Stirner's Critics", serta satu buku terpenting yang diterbitkan berjudul "Individu dan Miliknya" (bahasa Jerman:Der Einzige und sein Eigenthumcode: de is deprecated , bahasa Inggris:The Ego and His Owncode: en is deprecated ) yang terbit di Leipzig pada tahun 1845.[8][9]
Stirner memberikan prioritas kepada kehendak dan insting manusia mengatasi akal budi, dan dengan begitu ia mendorong suatu individualisme radikal.[8] Setiap manusia unik dan bebas dari segala sesuatu.[8][9] Bagi Stirner, yang bernilai hanyalah diri manusia itu sendiri, sehingga segala bentuk peraturan, ide-ide agamawi, dan nilai-nilai kemanusiaan lain dianggap sebagai ilusi dan hipnosis bagi masyarakat.[8][9] Satu-satunya tujuan hidup seorang manusia adalah dirinya sendiri.[8]Wahana politik dan filsafat utamanya adalah "Persatuan kaum Egois" (bahasa Jerman:Verein von Egoistencode: de is deprecated ).
Referensi
↑Welsh, John F. (2010). Max Stirner's Dialectical Egoism. Lexington Books.
12345(Inggris) George J. Stack. 1999. "Stirner, Max". In The Cambridge Dictionary of Philosophy. Robert Audi, ed. 878-879. London: Cambridge University Press.
123(Indonesia) P.A. van der Weij. 2000. Filsuf-Filsuf Besar tentang Manusia. Yogyakarta: Kanisius. Hal. 129-133.