Masa muda
Friedrich Engels lahir pada tanggal 28 November 1820 di Barmen, Jülich-Cleves-Berg, Prusia (sekarang Wuppertal, Jerman), sebagai putra tertua dari Friedrich Engels Sr. (1796–1860) dan Elisabeth "Elise" Franziska Mauritia von Haar (1797–1873). Keluarga kaya Engels memiliki pabrik kapas-tekstil besar di Barmen dan Salford, Inggris, keduanya merupakan kota industri yang sedang berkembang. Orang tua Friedrich adalah penganut Protestan Pietist yang taat dan mereka membesarkan anak-anak mereka dengan cara yang sama.
Pada usia 13 tahun, Engels bersekolah di sekolah menengah (Gymnasium) di kota Elberfeld yang berdekatan tetapi harus keluar pada usia 17 tahun karena tekanan dari ayahnya, yang ingin dia menjadi pengusaha dan bekerja sebagai pedagang magang di perusahaan keluarga. Setelah setahun di Barmen, Engels muda, pada tahun 1838, dikirim oleh ayahnya untuk magang di sebuah rumah dagang di Bremen. Orang tuanya berharap dia akan mengikuti ayahnya berkarier di bisnis keluarga. Aktivitas revolusioner putra mereka mengecewakan mereka. Butuh beberapa tahun sebelum dia bergabung dengan perusahaan keluarga.
Selama di Bremen, Engels mulai membaca filsafat Georg Wilhelm Friedrich Hegel yang ajarannya mendominasi filsafat Jerman saat itu. Pada bulan September 1838 ia menerbitkan karya pertamanya, sebuah puisi berjudul "Orang Badui", di Bremisches Conversationsblatt No. 40. Ia juga terlibat dalam karya sastra lain dan mulai menulis artikel surat kabar yang mengkritik penyakit masyarakat akibat industrialisasi. Dia menulis dengan nama samaran "Friedrich Oswald" untuk menghindari menghubungkan keluarganya dengan tulisan-tulisannya yang provokatif.
Pada tahun 1841, Engels menjalankan dinas militernya di Angkatan Darat Prusia sebagai anggota Artileri Rumah Tangga (Jerman: Garde-Artillerie-Brigade). Ditugaskan ke Berlin, dia mengikuti kuliah universitas di Universitas Berlin dan mulai bergaul dengan kelompok Hegelian Muda. Dia secara anonim menerbitkan artikel di Rheinische Zeitung, yang mengungkap kondisi kerja dan kehidupan buruk yang dialami para pekerja pabrik. Editor Rheinische Zeitung adalah Karl Marx, tetapi Engels baru bertemu Marx pada akhir November 1842. Engels mengakui pengaruh filsafat Jerman terhadap perkembangan intelektualnya sepanjang kariernya. Pada tahun 1840, ia juga menulis: "Untuk mendapatkan hasil maksimal dalam hidup, Anda harus aktif, Anda harus hidup, dan Anda harus memiliki keberanian untuk merasakan serunya masa muda."
Engels mengembangkan keyakinan ateis dan hubungannya dengan orang tuanya menjadi tegang.