Kabupaten Mamberamo Raya adalah salah satu kabupaten yang berada di provinsiPapua, Indonesia. Ibukotakabupaten ini terletak di kampung Burmeso. Kabupaten Mamberamo Raya merupakan pemekaran dari Kabupaten Sarmi dan Kabupaten Waropen, berdasarkan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2007 yang disahkan pada tanggal 15 Maret 2007.
Menurut data Kementerian Dalam Negeri tahun 2024, jumlah penduduk kabupaten Mamberamo Raya berjumlah 41.036 jiwa dengan kepadatan 1,7 jiwa/km².[2][6] Nama kabupaten ini berasal dari Sungai Mamberamo, salah satu sungai terbesar di Papua.
Etimologi
Keberadaan wilayah administratif Kabupaten Mamberamo Raya dikukuhkan berdasarkan UU No. 19 tahun 2007 tentang Pembentukan Kabupaten Mamberamo Raya di Provinsi Papua pada tanggal 15 Maret 2007.
Nama "Mamberamo" konon berasal dari bahasa Dani, mambe yang berarti "besar" dan ramo yang berarti "air".[butuh rujukan] Beberapa suku terasing lainnya bermukim di lembah sungai ini yang kaya akan keanekaragaman hayati ini. Jika dilihat dari udara, Sungai Mamberamo mudah dikenal karena ukurannya yang besar, berwarna coklat, banyak mempunyai kelokan (meander) serta danau tapal kuda (oxbow lake) sebagai hasil perpindahan alur sungai. Kedalaman sungai bisa mencapai lebih dari 10 m dan debit airnya mampu mencapai 5.500 m³/detik.
Anak-anak Sungai Tariku berasal dari ketinggian di atas 4.000 m pada Pegunungan Nassau atau Pegunungan Tengah Papua. Beberapa aliran anak sungai tampak mempunyai arah timur barat yang tampaknya mengikuti struktur lipatan (lembah subsekuen) pada pegunungan tersebut, sehingga pola sub-trellis dan dendritik banyak berkembang di wilayah ini yang juga merupakan zona patahan Derewo. Di bawah Gunung Gulumbulu (4.041 m) terdapat pertemuan beberapa anak sungai (Delo dan Hitalipa) yang membelok ke utara dan setelah 50km baru masuk ke Sungai Tariku yang mengalir ke timur pada dataran lakustrin. Gunung tersebut konon merupakan land mark atau tapal batas antara wilayah Suku Moni di bagian barat dan Suku Dani di bagian timur. Sungai Van Daalen merupakan salah satu anak sungai besar yang berada di bagian timur dan titik pertemuannya dengan Sungai Tariku tidak jauh dari batas wilayah Kabupaten Mamberamo Raya.
Dibandingkan dengan Sungai Tariku, Sungai Taritatu banyak di-supply oleh anak-anak sungai yang berasal baik dari Pegunungan Nassau maupun Pegunungan Foya. Pada wilayah ini pola dendritik banyak berkembang di sisi utara dan sebagian Sub-trellis dan dendritik dari sisi selatan. Diperkirakan potensi debit air tanah yang keluar dari pegunungan Foja-Rouffaer adalah 19.801 x 106 m3/tahun untuk akuifer tidak tertekan (unconfined) sedangkan untuk akuifer tertekan (confined) sebesar 889 x 106 m3/tahun (ESDM, 2004; Murdiyarso dan Kurnianto, 2008).
Geografi
Kabupaten Mamberamo Raya secara geografis terletak antara 137° 46 - 140° 19 Bujur Timur (BT) dan 01° 28 - 3° 50 Lintang Selatan (LS). Kabupaten ini mempunyai luas wilayah sebesar 31.136,85 Km2. Keberadaan wilayah administratif Kabupaten Mamberamo Raya dikukuhkan berdasarkan UU No. 19 tahun 2007 tentang Pembentukan Kabupaten Mamberamo Raya di Provinsi Papua pada tanggal 15 Maret 2007.
Batas Wilayah
Kabupaten Mamberamo Raya mempunyai batas-batas wilayah sebagai berikut:
Kondisi topografi di kabupaten ini bervariasi mulai dari dataran, perbukitan, hingga pegunungan dan memiliki elevasi antara 0 m hingga lebih dari 2.000 m di atas permukaan laut (dpl). Topografi dataran terletak di utara dan selatan kabupaten ini yang dipisahkan oleh Pegunungan Foja dan Rouffaer. Dataran utara merupakan dataran rendah yang terletak antara garis pantai dan pegunungan tersebut yang membentang di bagian tengah kabupaten dengan pola memanjang timur barat dan mempunyai puncak tertinggi 2.164 m dpl. Dataran selatan terletak di suatu cekungan antar pegunungan, yaitu antara Pegunungan Foya dan Pegunungan Nassau hingga Pegunungan Jayawijaya.
Pegunungan yang terakhir ini merupakan pegunungan tengah dari Pulau Papua yang mempunyai ketinggian sekitar 5.000 m dan tertutup oleh es abadi. Dataran selatan seperti tersebut di atas sering disebut sebagai Dataran Lakustrin (Lake Plain) yang terletak di jantung DAS Mamberamo dan dialiri oleh sungai-sungai besar, seperti Sungai Tariku (Sungai Rouffaer) yang mengalir dari barat ke timur dan Sungai Taritatu (Sungai Idenburg) yang mengalir dari timur ke barat. Kedua sungai tersebut kemudian bergabung menjadi satu dan menjadi Sungai Memberamo yang mengalir ke arah utara membelah Pegunungan Foja-Rouffaer.
DPRD Mamberamo Raya beranggotakan 20 orang yang dipilih melalui pemilihan umum setiap lima tahun sekali. DPRD Mamberamo Raya periode 2019-2024 terdiri dari 13 partai politik. Partai Golkar adalah partai politik dengan jumlah kursi terbanyak, yaitu 3 kursi.[7][8]
Berikut ini adalah komposisi anggota DPR Kabupaten Mamberamo Raya dalam tiga periode terakhir.
Kabupaten Mamberamo Raya terdiri atas 8 distrik dan 60 kampung dengan luas wilayah 23.813,91 km² dan jumlah penduduk 34.558 jiwa (2017). Kode Wilayah Kabupaten Mamberamo Raya adalah 91.20.[10][11]
Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Memberamo Raya adalah sebagai berikut:
Penduduk Kabupaten Mamberamo Raya tahun 2023 berjumlah 38.636 jiwa terdiri dari 20.171 laki-laki dan 18.465 perempuan dengan rasio jenis kelamin sebesar 109. Pertumbuhan penduduk dari tahun sebelumnya tercatat sebesar 0,02%. Kecamatan dengan jumlah penduduk terbanyak adalah Mamberamo Tengah sebanyak 8.740 orang dan paling sedikit adalah Kecamatan Iwaso sebanyak 553 orang. Distribusi kelompok umur menunjukkan 20-29 tahun sebagai kelompok terbesar dengan persentase 20,72%, diikuti kelompok umur 10-19 tahun sebesar 18,25% dan 30-39 tahun sebesar 16,26%, sedangkan kelompok 60 tahun ke atas mencatat angka terendah sebesar 7,52%. Status perkawinan penduduk usia 10 tahun ke atas terdiri dari 47,69% belum kawin, 46,28% kawin, dan 6,03% cerai. Komposisi kepegawaian ASN pada 2023 sebanyak 1.875 orang terdiri dari 1.257 laki-laki dan 618 perempuan. Berdasarkan data keagamaan, 93,55% penduduk Kabupaten Mamberamo Raya memeluk agama Kristen Protestan, 5,18% Katolik, 1,20% Islam, 0,02% Hindu, dan 0,04% lainnya.[12]
Penduduk usia kerja tahun 2023 tercatat sebanyak 25.440 orang, terdiri atas 10.890 angkatan kerja dan 14.550 bukan angkatan kerja. Dari angkatan kerja, 10.846 orang bekerja dan 44 orang pengangguran, sedangkan bukan angkatan kerja terdiri atas 9.206 orang mengurus rumah tangga, 911 orang sekolah, dan 4.433 orang lainnya. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) tahun 2023 sebesar 42,81%, sedangkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 0,4% dan Tingkat Kesempatan Kerja (TKK) sebesar 99,6%. Berdasarkan status pekerjaan utama, 35,99% berusaha sendiri, 35,93% pekerja keluarga/tidak dibayar, dan sisanya pada kategori lainnya. Berdasarkan sektor, 90,9% bekerja di pertanian, 8,38% di manufaktur, dan 0,2% di jasa. Jumlah rumah tangga usaha pertanian tahun 2023 sebanyak 2.669 di subsektor tanaman pangan, 263 di perkebunan, 227 di hortikultura, 126 di peternakan, dan 826 di kehutanan. Jumlah usaha pertanian perorangan (UTP) sebanyak 3.331 unit, terdiri dari 2.942 laki-laki dan 389 perempuan, dengan komoditas tertinggi adalah ubi kayu sebanyak 1.812 unit, ubi jalar 1.505 unit, dan talas 1.267 unit.[13]
Kesehatan
RSUD Kawera
Pada tahun 2023, jumlah fasilitas kesehatan di Kabupaten Mamberamo Raya terdiri dari 1 rumah sakit, 11 puskesmas, dan 31 puskesmas pembantu. Satu-satunya rumah sakit adalah RS Umum Daerah Kawera, sebuah rumah sakit kelas D. Rumah sakit ini memiliki total 50 tempat tidur, terdiri dari 1 tempat tidur VIP, 2 tempat tidur Kelas I, 4 tempat tidur Kelas II, 37 tempat tidur Kelas III, 2 tempat tidur isolasi, dan 4 tempat tidur perinatologi. Tenaga medis di RSUD Kawera terdiri dari 7 dokter umum, 1 dokter gigi, dan 4 dokter spesialis. Rincian dokter spesialis di RSUD Kawera adalah satu spesialis penyakit dalam, satu spesialis bedah vaskular, satu spesialis onkologi ginekologi, dan satu spesialis anestesi. Tenaga kesehatan lainnya di rumah sakit ini meliputi 1 apoteker, 3 asisten apoteker, 34 perawat D3, dan 12 bidan D3. Ketersediaan fasilitas dan tenaga medis ini menjadi satu-satunya tumpuan layanan rujukan kesehatan di kabupaten tersebut.[14]
Dari sisi cakupan kesehatan penduduk, persentase penduduk berumur 0–59 bulan yang memperoleh imunisasi dasar lengkap sebesar 18,95%, terdiri dari 16,67% laki-laki dan 19,86% perempuan. Angka morbiditas penduduk laki-laki tercatat sebesar 6,56% dan perempuan sebesar 3,96%. Persentase penduduk yang memiliki jaminan kesehatan terdiri dari 21,45% BPJS Kesehatan dan 70,23% Jamkesda, sedangkan 9,31% penduduk tidak memiliki jaminan kesehatan. Konsumsi kalori harian rata-rata penduduk per kapita sebesar 1.875,37 Kkal, konsumsi protein 73,08 gram, konsumsi lemak 28,28 gram, dan konsumsi karbohidrat 304,30 gram.[15]
Pendidikan
Pada tahun 2023, jumlah satuan pendidikan di Kabupaten Mamberamo Raya terdiri dari 8 SD/MI, 2 SMP/MTs, dan 1 SMA/SMK/MA dengan total 11 sekolah, melibatkan 67 guru dan melayani 761 murid. Jumlah murid terbanyak berada pada jenjang SD/MI sebanyak 545 orang, sedangkan pada jenjang SMP/MTs berjumlah 156 orang dan jenjang SMA/SMK/MA sebanyak 60 orang. Angka partisipasi sekolah (APS) tertinggi tercatat pada kelompok umur 13–15 tahun sebesar 98,10%, kelompok umur 7–12 tahun sebesar 95,89%, kelompok umur 16–18 tahun sebesar 72,86%, dan kelompok umur 19–23 tahun sebesar 11,14%. Angka partisipasi murni (APM) pada tahun 2023 menunjukkan 93,19% penduduk usia SD bersekolah sesuai usia, 62,12% pada usia SMP, 46,29% pada usia SMA, dan 4,09% pada usia pendidikan tinggi. Rata-rata lama sekolah penduduk Mamberamo Raya tahun 2023 sebesar 6,28 tahun dan harapan lama sekolah sebesar 11,83 tahun. Komposisi pendidikan penduduk umur 15 tahun ke atas menunjukkan 8,03% laki-laki dan 18,19% perempuan tidak memiliki ijazah, sedangkan yang memiliki ijazah SD, SMP, dan SMA ke atas masing-masing 22,81%, 32,22%, 36,94% untuk laki-laki dan 29,02%, 23,65%, 29,14% untuk perempuan. Angka melek huruf tidak tercantum tetapi indeks pembangunan manusia (IPM) yang mencakup pendidikan menunjukkan nilai 58,49, dengan komponen pengetahuan berupa RLS dan HLS turut mendorong nilai tersebut.[16]
Indikator pendidikan lainnya menunjukkan kondisi ketimpangan dalam pencapaian antara jenjang pendidikan dasar dan pendidikan tinggi. Angka partisipasi sekolah dan partisipasi murni pada tingkat SD dan SMP masih tergolong tinggi, sedangkan pada jenjang SMA dan perguruan tinggi menunjukkan penurunan tajam. Perempuan lebih tinggi partisipasinya dibanding laki-laki dalam APM SD dan SMP, yaitu masing-masing sebesar 95,24% dan 65,09%, dibandingkan laki-laki 90,91% dan 59,30%, tetapi sebaliknya pada pendidikan tinggi, laki-laki 5,30% dan perempuan 2,78%. Jumlah sekolah yang hanya 1 unit untuk jenjang SMA/SMK/MA menjadi salah satu faktor pembatas. Data ini juga tercermin dalam rendahnya IPM Kabupaten Mamberamo Raya yang merupakan terendah di Provinsi Papua pada tahun 2023. Harapan lama sekolah stagnan hanya naik 0,01 tahun dari 2022 ke 2023, sedangkan rata-rata lama sekolah meningkat dari 6,12 menjadi 6,28 tahun.[17]
Ekonomi
Pada tahun 2023, Produk Domestik Regional Bruto atas dasar harga berlaku Kabupaten Mamberamo Raya sebesar 2,14 triliun rupiah dan atas dasar harga konstan sebesar 1,09 triliun rupiah, dengan laju pertumbuhan ekonomi sebesar 2,99 persen. Lapangan usaha dengan kontribusi terbesar terhadap PDRB adalah konstruksi sebesar 25,2 persen, administrasi pemerintahan dan jaminan sosial wajib sebesar 22,3 persen, serta pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 18,8 persen. Komponen PDRB berdasarkan pengeluaran menunjukkan konsumsi rumah tangga sebesar 4,32 persen, konsumsi lembaga non profit sebesar 6,95 persen, konsumsi pemerintah sebesar 0,68 persen, dan pembentukan modal tetap bruto sebesar 3,96 persen. Rata-rata pengeluaran penduduk per kapita per bulan sebesar 1.036.605 rupiah dengan proporsi pengeluaran makanan sebesar 68,64 persen dan bukan makanan sebesar 31,36 persen. Konsumsi kalori penduduk per kapita per hari sebesar 1.875,37 kkal, konsumsi protein 73,08 gram, lemak 28,28 gram, dan karbohidrat 304,30 gram. Garis kemiskinan meningkat dari 803.286 rupiah per kapita per bulan pada 2022 menjadi 834.546 rupiah pada 2023, sementara persentase penduduk miskin menurun dari 30,73 persen menjadi 29,63 persen. Indeks kedalaman kemiskinan meningkat dari 5,66 persen menjadi 6,25 persen, sedangkan indeks keparahan kemiskinan menurun dari 2,09 persen menjadi 1,85 persen.[18]
Jumlah sarana perdagangan pada 2021 sebanyak 342 unit terdiri dari 22 pasar, 60 kios, dan 260 rumah makan, meningkat dari 255 unit pada 2018. Jumlah usaha berbadan hukum yang terdaftar sebanyak 342 unit. Usaha pertanian perorangan berjumlah 3.331 unit dengan 2.942 unit dikelola laki-laki dan 389 unit dikelola perempuan. Komoditas pertanian utama yang diusahakan meliputi ubi kayu 1.812 unit, ubi jalar 1.505 unit, talas 1.267 unit, jagung lokal 314 unit, pinang 243 unit, serta komoditas lain seperti pisang, bayam, babi, dan ayam kampung. Rumah tangga usaha pertanian pada subsektor tanaman pangan sebanyak 2.669 unit, kehutanan 826 unit, perkebunan 263 unit, hortikultura 227 unit, dan peternakan 126 unit. Tingkat partisipasi angkatan kerja sebesar 42,81 persen, tingkat pengangguran terbuka sebesar 0,4 persen, dan tingkat kesempatan kerja sebesar 99,6 persen. Penduduk bekerja dengan status berusaha sendiri sebesar 35,99 persen dan pekerja keluarga/tidak dibayar sebesar 35,93 persen. Lapangan kerja utama terdapat di sektor pertanian dengan persentase 90,9 persen, diikuti sektor manufaktur 8,38 persen, dan jasa 0,2 persen.[19]