Lokalisasi fiskal di mana sumber dana adalah pusat (OJE), tetapi alokasi dana dan mekanisme pelaksanaannya didesentralisasi ke unit-unit administratif lokal (Suku) melalui kendaraan seperti PNDS.
Lokalisme fiskal terdiri dari beberapa lembaga pertukaran uang lokal. Lokalisme fiskal kadang dianggap sebagai perlawanan terhadap kapitalisme global dan globalisasi ekonomi, tetapi sistem ini memiliki struktur pasar sukarela yang membantu masyarakat berdagang di daerahnya secara lebih efisien.[1]
"Beli barang-barang lokal" atau pembelian lokal adalah bentuk lokalisme fiskal yang paling jelas. Masyarakat juga bisa berkembang lewat sejumlah lembaga yang lebih rumit lagi (baru maupun lama). Lembaga-lembaga seperti persatuan kredit, CDFI (Community Development Financial Institutions), dan mata uang lokal atau mata uang pelengkap turut memperkuat dan memakmurkan masyarakat.