Artikel atau bagian ini sedang dalam perubahan besar untuk sementara waktu. Untuk menghindari konflik penyuntingan, dimohon jangan melakukan penyuntingan pada halaman ini selama pesan ini ditampilkan.
Halaman ini terakhir disunting pada 11.27, 18 November 2025 (UTC) (5 bulan lalu)– (hapus singgahan). Pesan ini dapat dihapus jika halaman ini sudah tidak disunting dalam beberapa jam. Jika Anda adalah penyunting yang menambahkan templat ini, harap diingat untuk menghapusnya setelah selesai atau menggantikannya dengan {{Akan dikerjakan}} di antara masa-masa menyunting Anda.
Teori pembangunan adalah beragam teori yang berupaya menjelaskan bagaimana upaya perbaikan dan peningkatan dalam kehidupan bermasyarakat dapat tercapai. Teori-teori ini berangkat dari beragam bidang ilmu dan pendekatan ilmu sosial. Teori pembangunan juga memicu banyak perdebatan di antara para pemikir. Perspektif yang beragam ini juga menghasilkan penjelasan yang beragam tentang proses-proses pembangunan dan bagaimana cara mencapainya. Teori-teori pembangunan antara lain teori modernisasi, teori ketergantungan, pendekatan kebutuhan dasar, teori pembangunan manusia, teori pascapembangunan, dan teori pembangunan berkelanjutan.[1]
Sejarah
Menurut Cowen dan Shenton, sejarah gagasan pembangunan dapat dilacak sejak abad ke-19 di Eropa. Gagasan-gagasan utama pembangunan muncul dari masa Renaisans Barat, berakar dari kapitalisme, modernitas, dan penyebarluasan institusi gaya Barat. Pembangunan dianggap dapat menyelesaikan beragam masalah sosial seperti kemiskinan, ketimpangan sosial, pengangguran, hingga dampak negatif dari kapitalisme. Dengan kata lain, pembangunan diciptakan oleh Barat dan digunakan sebagai alat untuk dominasi Barat atas dunia.
Konsep dan teori pembangunan semakin berkembang di abad ke-20 di saat yang bersamaan dengan gerakan kemerdekaan dan dekolonisasi di negara-negara Asia, Afrika, dan Amerika Latin. Pembangunan menjadi cita-cita baru yang ingin dicapai oleh negara-negara merdeka.[1]
Teori Modernisasi
Teori modernisasi dapat dikatakan teori arus utama yang terlebih dahulu muncul sebelum teori-teori lainnya. Akar teori modernisasi berasal dari pemikiran bangsa Eropa mengenai masalah-masalah sosial yang timbul di era modern. Teori modernisasi meyakini bahwa pembangunan dan perbaikan dapat terjadi secara bertahap dan mengubah masyarakat dari sistem yang tradisional menuju sistem modern yang berbasis industri. Pencetus teori ini antara lain Max Weber, Talcott Parsons, dan Seymour Lipset. Teori modernisasi semakin dikenal semenjak publikasi Walt Whitman Rostow mengenai lima tahapan pertumbuhan ekonomi yang dilalui oleh kelompok masyarakat.[2]
Teori Strukturalisme
Teori strukturalisme berasal dari tradisi pemikiran Marxisme. Teori ini berargumen bahwa akar masalah pembangunan adalah adanya kesenjangan struktural akibat sistem kapitalisme global. Teori ini meresepkan cara untuk keluar dari sistem kapitalisme atau decoupling melalui kebijakan industrialisasi substitusi impor. Kebijakan ini mempromosikan kemandirian dan kedaulatan ekonomi dengan menghasilkan barang-barang substitusi impor dari industrialisasi dalam negeri. Pemikiran ini berasal dari pengalaman negara-negara Amerika Latin yang telah menghadapi dampak buruk kapitalisme.
Referensi
12Crush, Jonathan (1995). "Power of Development". Routledge & CRC Press (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-05-04.
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.