Lithium asetat biasanya tersedia secara komersial sebagai dihidrat berwarna putih dengan rumus CH3COOLi · 2 H2O.[4] Dihidrat tersebut mengkristal dalam sistem kristal ortorombik pada grup ruang Cmm2, dengan konstanta kisi sebagai berikut: a=686pm, b=1149pm dan c=659pm.[5] Sementara kristal anhidratnya berada dalam sistem kristal triklinik pada grup ruang P1, dengan konstanta kisi sebagai berikut: a=929pm, b=1213pm dan c=676pm serta α=101°, β=100° dan γ=105°.[1]
Kegunaan
Litium asetat digunakan di laboratorium sebagai penyangga untuk elektroforesis gel DNA dan RNA. Penyangga ini memiliki konduktivitas listrik yang lebih rendah, sehingga gel dapat dijalankan pada tegangan yang lebih tinggi dibandingkan gel dengan penyangga TAE (yakni 5–30 V/cm dibandingkan 5–10 V/cm). Pada tegangan yang sama, panas yang dihasilkan lebih kecil sehingga suhu gel tetap rendah, memungkinkan peningkatan tegangan untuk mempercepat proses elektroforesis. Dengan demikian, waktu pemisahan gel dapat dipersingkat secara signifikan. Proses lanjutan seperti isolasi DNA dari potongan gel atau analisis blot Southern tetap berfungsi normal ketika menggunakan gel berbasis litium asetat.[6]
Litium asam borat atau natrium asam borat umumnya lebih disukai dibanding litium asetat atau TAE saat menganalisis fragmen DNA berukuran kecil (kurang dari 500 bp), karena penyangga berbasis borat memberikan resolusi yang lebih tinggi dibanding penyangga berbasis asetat pada rentang ukuran tersebut.[7]
Litium asetat juga digunakan untuk membuat dinding sel ragi menjadi lebih permeabel dalam proses transformasi DNA. Efek menguntungkan dari LiOAc diyakini berasal dari sifatnya sebagai agen kaotropik, yang dapat mendenaturasi DNA, RNA, dan protein.[8]
Selain itu, litium asetat berfungsi sebagai katalis dalam produksi poliester, sebagai agen antikorosi dalam resin polifenilsulfida, dan sebagai katalis dalam pembuatan resin alkid serta polimer akrilik.[9]
12Ulrich Wietelmann, Richard J. Bauer: Lithium and Lithium compounds. In: Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry. Wiley-VCH, Weinheim 2005, doi:10.1002/14356007.a15_393.
↑V. Amirthalingam, V. M. Padmanabhan: The crystal structure of lithium acetate dihydrate CH3COOLi.2H2O. In: Acta Cryst. Band 11, 1958, hlm.896, doi:10.1107/S0365110X58002541.
↑Brody, J. R.; Calhoun, E. S.; Gallmeier, E.; Creavalle, T. D.; Kern, S. E. (2004). "Ultra‑fast high‑resolution agarose electrophoresis of DNA and RNA using low‑molarity conductive media". BioTechniques. 37 (4): 598–602. doi:10.2144/04374st04.
↑Brody, J. R.; Kern, S. E. (2004). "History and principles of conductive media for standard DNA electrophoresis". Analytical Biochemistry. 333: 1–13. doi:10.1016/j.ab.2004.05.054.