Elektroforesis gel merupakan suatu teknik analisis penting dan sangat sering dipakai dalam bidang biokimia dan biologi molekular. Secara prinsip, teknik ini mirip dengan kromatografi: memisahkan campuran bahan-bahan berdasarkan perbedaan sifatnya. Dalam elektroforesis gel, pemisahan dilakukan terhadap campuran bahan dengan muatan listrik yang berbeda-beda (menggunakan prinsip dalam elektroforesis).
Elektroforesis adalah teknik yang memanfaatkan gaya elektromotif (EMF) untuk menggerakkan molekul melalui matriks gel. Gel elektroforesis merupakan metode analisis dan pemisahan makromolekul seperti DNA, RNA, dan protein, serta fragmennya, berdasarkan ukuran dan muatan molekul tersebut. Dalam gel elektroforesis, gel berfungsi sebagai media antikonveksi dan/atau penyaring bagi molekul bermuatan selama proses elektroforesis, sehingga menghambat pergerakan molekul. Gel juga menekan konveksi termal yang disebabkan oleh arus listrik dan berperan sebagai media untuk interpretasi data pada akhir analisis.[1][2]
Cara kerja
Dalam elektroforesis gel terdapat dua material dasar yang disebut fase diam dan fase bergerak (eluen). Fase diam berfungsi "menyaring" objek yang akan dipisah, sementara fase bergerak berfungsi membawa objek yang akan dipisah. Sering kali ditambahkan larutan penyangga pada fase bergerak untuk menjaga kkolom-kolom (disebut well atau "sumur") pada sisi elektrode negatif. Apabila aliran listrik diberikan, terjadi aliran elektron dan zat objek akan bergerak dari elektrode negatif ke arah sisi elektrode positif. Kecepatan pergerakan ini berbeda-beda, tergantung dari muatan dan berat molekul DNA. Kisi-kisi gel berfungsi sebagai pemisah. Objek yang berberat molekul lebih besar akan lebih lambat berpindah.
↑Berg, Jeremy M.; Tymoczko, John L.; Stryer, Lubert; Clarke, Neil D. (2003). Biochemistry (Edisi 5. ed., [Nachdr.], international ed). New York: Freeman. ISBN978-0-7167-4684-3.