Kubung tando dari Jawa bagian selatanLukisan induk kubung dengan anaknya, dari koleksi William Farquhar
Ukuran panjang tubuh hingga kepalanya, antara 344-375 mm. Panjang ekornya 241–245mm. Kaki belakangnya 65–73mm. Sedangkan bobotnya 925-1.300 g.[2]
Umumnya kubung sunda berwarna abu-abu dengan bercak-bercak hitam dan putih, tetapi ada pula yang berwarna tengguli atau berulas tengguli bebercak-bercak. Di antara kaki-kakinya dan ekornya terbentang suatu selaput kulit (patagium) yang digunakannya untuk melayang di udara.[2]
Kebiasaan
Meskipun dalam bahasa Inggris disebut Sunda flying lemur atau Malayan flying lemur, kubung bukanlah termasuk jenis lemur dan tidak memiliki kemampuan terbang, melainkan ia meluncur dan melayang saat melompat di antara pepohonan. Hewan ini menghabiskan waktunya di pepohonan, aktif pada waktu malam, dan makan bagian tumbuhan yang lunak seperti daun muda, tunas, bunga dan buah.[3] Ia juga diketahui memakan getah kayu-kayuan, dan terkadang aktif di pagi dan sore hari.[2]
Setelah mengandung selama 60 hari, seekor anaknya yang dilahirkan dibawa di perut ibunya digendong dalam selaput kulitnya yang besar.[3]
1234Payne, J., C.M. Francis, K. Phillipps, S.N. Kartikasari. 2000. Panduan Lapangan Mamalia di Kalimantan, Sabah, Sarawak & Brunei Darussalam: 175, LG 19. Bogor: WCS-IP, The Sabah Society & WWF Malaysia.