Artikel ini berisi tentang Jamber (ibukota) pusat pemerintahan Kabupaten Jember. Untuk Satuan wilayah di atasnya, lihat Kabupaten Jember. Untuk Kegunaan lain, lihat Jember (disambiguasi).
Jember dahulu bernama Kecamatan Jember dan menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Jember sekaligus menjadi bagian dari Kota Administratif Jember sebelum akhirnya dihapus dan bergabung kembali dengan kabupaten tersebut. Kemudian berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 1976 tanggal 19 April 1976, Kecamatan Jember mengalami pemekaran hingga menjadi 3 kecamatan, yaitu Kecamatan Kaliwates, Kecamatan Patrang, dan Kecamatan Sumbersari.
Jember dikenal sebagai salah satu kawasan pendidikan tinggi di Jawa Timur selain Kota Surabaya dan Malang Raya. Perguruan tinggi negeri dan swasta tersebut tersebar di semua kecamatan, di antaranya sebagai berikut[1]
Di Jember, terdapat dua terminal, yaitu Terminal Tawang Alun dan Terminal Arjasa.
Terminal Tawang Alun melayani bus antar kota yaitu Surabaya-Probolinggo-Jember.
Di Jember, terdapat truk dan bus terbesar terbesar di Jl. Brawijaya, Jl. Udang Windu, Jl. Bandeng, Jl. Mujahir, Jl. Arowana, Jl. Teratai, Jl. Cempaka, Jl. Merak, Jl. Cendrawasih, Jl. dr. Soebandi, Jl. Letkol. Moch. Sroedji, Jl. Brijend. Slamet Riyadi, dan Jl. Raya Jember-Bondowoso.
Julukan
Jember Fashion Carnaval 2018.
Pada awal dekade 2000-an, Jember mulai dikenal secara nasional sebagai Kota Karnaval setelah diadakannya Jember Fashion Carnaval (JFC) pada Januari tahun 2003. Karnaval tersebut kemudian menjadi ikon utama karnaval di Kota Jember dan terus diadakan tiap tahun. JFC masuk dalam karnaval terbesar ke-3 dunia[butuh rujukan]dan menjadi peragaan busana terpanjang di dunia dengan panjang 3,5km.[butuh rujukan]Karnaval ini biasanya digelar pada bulan Agustus dan diiringi dengan beragam festival lainnya yang diadakan mulai dari Alun-Alun Jember dan berakhir di Gedung Olahraga Kaliwates.