Perjalanan Berkarya
Kho Wan Gie bersama dengan Siauw Tik Kwie (komikus lain yang menggambar Sie Djin Koei) belajar melukis dari J.Frank dan H.V. Velthuisen. Dia juga belajar melukis secara korespondensi ke Amerika Serikat.
Karya Kho Wan Gie yang paling dikenal adalah komik berjudul Put On. Belum diketahui secara pasti kapan Kho Wan Gie mempublikasikan komik perdananya secara resmi. Namun, Arswendo Atmowiloto, menemukan bahwa Kho Wan Gie membuat Put On dan kemungkinan diterbitkan tanggal 17 Januari 1931 pada koran Sin Po. Di koran ini, Put On hadir dalam bentuk komik strip setiap hari Jumat dan Sabtu.
Koran Sin Po sendiri merupakan koran berbahasa Melayu Tionghoa Peranakan yang banyak mengekspresikan sudut pandang nasionalisme Tionghoa dan membela kepentingan orang Tionghoa Indonesia. Selama pendudukan Jepang, koran ini terbit dalam edisi terbatas. Pada tahun 1958, koran ini dipaksa mengubah namanya menjadi Pantjawarta dan kemudian kembali diubah menjadi Warta Bhakti. Pada periode ini, koran ini mengambil sudut pandang pro-PKI, sehingga akhirnya dilarang untuk terbit pasca terjadinya Gerakan 30 September pada tahun 1965. Put On tetap terbit mengikuti pergantian nama koran Sin Po, dan hanya terjeda penayangannya saat masa pemerintahan Jepang.[2]
Put On berasal dari kata Hokkien (Fujian) yang berarti orang yang aktif. Kho Wan Gie terinspirasi oleh karakter Jiggs dari "Bringing up Father" yang dibuat oleh George McManus[3]. Put On sendiri bercerita tentang seorang pria bujangan gendut dari kelas menengah yang lugu dan konyol yang tinggal bersama ibunya ("Nek") dan dua adiknya, "Tong" dan "Peng". Kadang-kadang muncul pula teman baiknya, "A Liuk", "A Kong" (wakil dari kaum totok), "O Tek" (wakil dari Tionghoa Belanda). Tema cerita Put On didapat oleh Kho Wan Gie sebagai respons keseharian situasi di Jakarta dan dari Ang Jan Goan (pemimpin Sin Po). Selama 31 tahun membuat Put On, Kho Wan Gie menyesal karena membuat karakter utama dalam komik ini tidak menikah. Namun demikian, dia berhasil mengeluarkan identitas dan isu peranakan Tionghoa melalui komik ini.
Seusai koran Sin Po dilarang terbit dan Put On tidak dilanjutkan, Kho Wan Gie muncul lagi dengan menggunakan nama samaran "Sopoiku", sebuah kata dalam bahasa Jawa yang artinya "Siapa Itu". Menggunakan nama Sopoiku, dia kembali berkarya dalam dunia komik Indonesia, melalui komik lepas maupun seri berjudul "Nona A Go-Go", "Lemot dan Obud", "Agen Rahasia 013 (Bolong jilu)", "Dalip dan Dolop", "Djali Tokcer" yang kebanyakan bergenre komedi. Kho Wan Gie juga mengisi di Majalah Ria Film (dengan tokoh si Pengky), Varia Nada, dan Ria Remaja.
Menikah dan memiliki anak, membuat Kho Wan Gie berperan sebagai bapak yang sederhana, serta memiliki hobi mencatat ketika menemukan lelucon yang dianggapnya lucu[4]. Kho Wan Gie, komikus yang konsisten mengingat hanya sedikit komikus yang dapat membuat karakter kuat dan ada untuk waktu yang lama[5]