Hans Rianto Sukandi (Liem Tjong Han) (lahir 4 April 1947) atau yang lebih dikenal dengan nama penaHans Jaladara atau hanya Hans adalah seorang komikus yang terkenal di Indonesia. Dia dikenal sebagai pencipta serial Panji Tengkorak, komik cerita silat Indonesia yang populer.
Karier komik
Nama pena Jaladara digunakan Hans pada awal tahun 1970-an. Alasannya karena ada nama pena lain yaitu Han tanpa huruf s yang mirip dengan nama aslinya.[1] Jaladara diambil dari tokoh komik wayang karya Ardi Soma, yaitu Wiku Paksi Jaladara.[2]
Kebiasaan membaca (termasuk komik) merangsang Hans untuk berimajinasi dan merangkai cerita. Gerakan silat dalam komik merupakan aktualisasi dari ilmu yang diperolehnya saat belajar kungfu di perguruan Cheng Bu di kawasan Mangga Besar dan judo pada Tjoa Kek Tiong.
Sekitar tahun 1975 sampai 1980-an, komik Indonesia mengalami penurunan seiring dengan membanjirnya komik-komik impor. Hans masih bertahan dan sempat menerbitkan Pandu Wilantara dan Durjana Pemetik Bunga. Semangatnya mulai bangkit kembali ketika ada tawaran untuk memproduksi kembali Panji Tengkorak versi 2 pada tahun 1984 dan kemudian versi 3 tahun 1996.
Pada tahun 1990, Hans mulai menekuni seni lukis dan mengikuti pameran sebanyak beberapa kali.[3] Ia mengaku terlambat membuat lukisan, setidaknya jika diukur dari masa kejayaan lukisan. Melukis dan mengajar hingga kini masih ia tekuni supaya hobi menggambarnya tetap tersalurkan. Dunia komik memang telah menjadi bagian dari hidupnya bahkan kedua putrinya berhasil ia sekolahkan hingga perguruan tinggi dari penghasilan membuat komik. Ia masih menaruh harapan besar, suatu hari kelak komik lokal kembali berjaya di negerinya sendiri.
Karya
Karya Hans awalnya diterbitkan oleh orang tuanya yakni Haliman Linggodigdo dan Yana Martina dengan nama U.P. Lingga Budaja, Djakarta. Mereka menerbitkan dan memasarkan komik-komik karya Hans ke banyak tempat di Indonesia. Selanjutnya Hans mendirikan penerbitan dengan nama JD pro (Jaladara Digital Production) untuk mencetak sendiri komik karyanya.[4]
Karya utama dari Hans Jaladara ialah cerita dengan karakter utama Pandji Tengkorak.[5] , Walet Merah dan Si Rase Terbang, Pandu Wilantara yang saling berhubungan[6][7][8][9]. Karakter Pandu Wilantara merupakan murid dari Panji Tengkorak, sementara karakter Rase Terbang adalah murid dari Walet Merah. Masing-masing diceritakan dalam serial yang berbeda.
Daftar karya Hans adalah sebagai berikut:
Panji Tengkorak Universe
Judul
Penerbit
Tahun Terbit
Volume
Catatan
Serial Panji Tengkorak
Drama di Gunung Sanggabuana
JD Pro
-
Prequel Walet Merah & Panji Tengkorak, Terbit pertama Januari 1968
Panji Tengkorak
Dwi Djaja Djakarta
1968
UP Prasidha
1985
Elex Media Komputindo
1996
4
Komik Panji Tengkorak digambar ulang menggunakan style manga[10]
Falcon Publishing
2025
2
Terdapat dua versi, versi pertama Panji tengkorak: komik klasik volume 1-5,[11] versi kedua full colour[12]
Mewarnai cerita Alkitab: Daniel dan ketiga sahabatnya
GPU
2007
Bersama Och
Kumpulan dogeng klasik: HC Anderson sepanjang masa
Elex Media Komputindo
2013
Oleh Cerviena Susilo
Seri pengantar tidur: dongeng kasih sayang
Kepustakaan Populer Gramedia (KPG)
2019
Bersama ilustrator lainnya dengan pengarang Renny Yaniar
Kenalkan Yesus padaku: memercayai Allah
Momentum
2016
pengadaptasi, Lidya Bekti bersama ilustrator lainnya
Referensi
↑Engel, Y. A., dan Susanto, H. (2017). Pahlawan Ekonomi Kreatif. Jakarta: Penerbit PT Elex Media Komputindo. hlm.216. ISBN978-602-04-3162-8. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)