Ia bersama Abdul Salam merupakan generasi awal (1930-an) setelah Kho Wan Gie, yang dianggap sebagai tokoh perintis komik Indonesia.[2] Setelah kemerdekaan, ia bekerja di Kementerian Penerangan dengan jabatan di antara sebagai Kepala Bagian Visual.[3] Pada 1946, ia mendesain tugu peringatan satu tahun kemerdekaan di Panorama Atas Ngarai, Bukittinggi.[4]
Nasroen pernah menempuh pendidikan di INS Kayutanam, suatu sekolah yang bersifat khusus yang didirikan dan dipimpin oleh Muhammad Sjafei.