Kekristenan di AsiaKekristenan menyebar dari Asia Barat sampai Tiongkok antara abad ke-1 sampai abad ke-14 Masehi, dan bergerak sampai Asia Timur dari abad ke-16 dengan Abad Penemuan Eropa
Kekristenan di Asia berawal dari sejarah Kekristenan secara global, yang bermula dari kehidupan dan ajaran Yesus di Yudea Romawi pada abad ke-1. Kekristenan kemudian menyebar melalui karya misionaris dari para rasulnya, mula-mula di Syam dan mengakar di kota-kota besar seperti Yerusalem dan Antiokia. Menurut tradisi perluasan ke wilayah timur terjadi melalui pengajaran Rasul Tomas, yang menyebarkan Kekristenan di Kekaisaran Parthia (Iran) dan India. Konsili Ekumenikal Pertama diadakan di kota Nikea, Asia Kecil (325) (sekarang wilayah Turki). Bangsa-bangsa pertama yang mengadopsi Kekristenan sebagai agama negara adalah Armenia pada 301 dan Georgia pada 327. Pada abad ke-4, Kekristenan menjadi agama dominan di seluruh provinsi Asia dari Kekaisaran Romawi Timur.
Setelah Konsili Efesus Pertama pada 431 dan Skisma Nestorian, Kekristenan Nestorian berkembang. Umat Nestorian mulai menyebar di kalangan bangsa Mongol pada sekitar abad ke-7, dan Kekristenan Nestorian diyakini diperkenalkan ke Tiongkok pada masa dinasti Tang (618–907). Mongol bersikap toleran terhadap berbagai agama, dengan banyak suku Mongol utamanya adalah penganut Agama Kristen, dan di bawah kepemimpinan cucu Jenghis Khan, Khan Agung Möngke, Kekristenan menjadi pengaruh keagamaan kecil dari Kekaisaran Mongol pada abad ke-13.
Konsili Ekumenikal Keempat diadakan di kota Asia Kalsedon (451) (sekarang wilayah Turki). Kontroversi dan persengketaan Kristologi yang mengitari Konsili tersebut dan dampaknya menghasilkan perpecahan antara Kekristenan pro-Kalsedonia (Ortodoks Timur) dan anti-Kalsedonia (Ortodoks Oriental).[1]
Pada akhir abad ke-12 dan ke-13, terjadi beberapa upaya untuk menyatukan kembali Kekristenan Timur dan Barat. Terdapat juga sejumlah upaya misionaris dari Eropa ke Asia, utamanya oleh Fransiskan, Dominikan atau yesuit. Pada abad ke-16, Spanyol mulai mengubah agama yang dianut bangsa Filipina. Pada abad ke-18, Katolik mulai berkembang kurang lebih secara independen di Korea.
Evers, Georg (1999), "Asia", dalam Fahlbusch, Erwin (ed.), Encyclopedia of Christianity, vol.1, Grand Rapids: Wm. B. Eerdmans, hlm.134–140, ISBN0-8028-2413-7