Katalin Karikó (lahir 17 Januari 1955) adalah peneliti dan ahli biokimiaAmerika-Hungaria.[1] Ia menjadi profesor di University of Pennsylvania dan berfokus pada bidang biologi molekuler. Karikó terkenal sebab kontribusinya terhadap teknologi mRNA dan vaksin COVID-19. Ia bersama Drew Weissman, MD, Ph.D bersama-sama dianugerahi penghargaan Nobel Kedokteran 2023 atas penemuan mereka yang memungkinkan teknologi mRNA dapat dimodifikasi dan digunakan dalam vaksin Pfizer-BioNTech dan Moderna untuk mencegah infeksi COVID-19.[2]
Kehidupan awal
Karikó lahir dan tumbuh di sebuah kota kecil, Kisújszállás, Hungaria. Ayahnya adalah seorang tukang daging,[1] sementara ibunya adalah pustakawan.[3] Sejak kecil, Karikó telah menunjukkan minatnya pada ilmu alam. Ia juga selalu unggul dalam bidang sains ketika sekolah. Selama pendidikan dasarnya, Karikó menunjukkan keunggulan dalam bidang sains dan meraih peringkat ketiga dalam kompetisi biologi tingkat nasional di Hungaria.[4] Baginya, guru menjadi sumber inspirasi, di mana khususnya guru biologi yang selalu mengajukan pertanyaan untuk merangsang rasa ingin tahu murid-muridnya, berkontribusi dalam menyalakan hasrat Karikó untuk meneliti dan mengejar ilmu pengetahuan.[3]
Pendidikan dan karier
Pada tahun 1978, Karikó memperoleh gelar Sarjana (BSc) dalam bidang biologi dan melanjutkan pendidikan doktoralnya dalam bidang biokimia di Universitas Szeged, yang diselesaikannya pada tahun 1982. Ia bekerja bersama Jenő Tomasz dan meneruskan penelitian postdoktoralnya di Institut Biokimia, Pusat Penelitian Biologi (BRC) di Hungaria.[5] Dari tahun 1978 hingga 1985, namanya tercatat sebagai aset intelijen oleh polisi rahasia komunis Hungaria. Ia mengaku bahwa pencatatan ini terjadi akibat pemerasan yang ia alami, yang bertujuan untuk mencegah dampak negatif pada kariernya atau potensi pembalasan terhadap ayahnya. Ia menyatakan bahwa dirinya tidak pernah memberikan informasi atau aktif sebagai agen.[6]
Pada tahun 1985, laboratorium tempatnya bekerja di BRC kehilangan pendanaan,[4] sehingga Karikó mencari peluang kerja di luar negeri. Robert J. Suhadolnik dari Universitas Temple[7] menawarkan posisi penelitian kepadanya, yang mendorongnya untuk beremigrasi ke Amerika Serikat bersama suami dan putrinya yang berusia dua tahun. Mereka membawa uang hasil penjualan mobil sebesar £900, yang disembunyikan di dalam boneka beruang milik putrinya, serta dana tambahan yang diperoleh melalui perdagangan mata uang di pasar gelap.[8][9][10]
Karikó menyampaikan kuliah hadiah Nobelnya di Aula Medica, Institut Karolinska di Stockholm pada tanggal 7 Desember 2023. Ia diperkenalkan oleh Profesor Olle Kämpe, anggota Majelis Nobel di Institut Karolinska.[11]
Kontribusi ilmiah
Penelitian Katalin Karikó memiliki potensi aplikasi dalam berbagai bidang, termasuk generasi sel induk pluripoten, terapi gen berbasis messenger RNA (mRNA), serta pengembangan kelas obat baru.[12][13] Penemuan Karikó menjadi dasar bagi BioNTech dan Moderna dalam menciptakan mRNA terapeutik yang tidak memicu respons imun.[14] Pada tahun 2020, teknologi yang dikembangkan oleh Karikó dan Drew Weissman digunakan dalam produksi vaksin COVID-19 oleh BioNTech bersama mitranya, Pfizer, serta oleh Moderna.[15][16] Vaksin mRNA ini dikembangkan dan disetujui dalam waktu yang sangat singkat, dengan tingkat efektivitas lebih dari 90%. Selain untuk vaksin penyakit menular, teknologi mRNA memiliki potensi aplikasi dalam pengobatan kanker, penyakit kardiovaskular, serta gangguan metabolik,[17][18][19] termasuk iskemia.[20]
Pada Mei 2024, sebuah tinjauan mengenai modifikasi utama pada mRNA untuk mengurangi imunogenisitas, yaitu penggunaan N1-metilpseudouridin—solusi yang memungkinkan pengembangan vaksin COVID-19 berbasis mRNA—menunjukkan bahwa dalam kasus vaksin melanoma, penggunaan 100% metilpseudouridin menyebabkan pertumbuhan kanker dan metastasis dibandingkan dengan vaksin mRNA tanpa modifikasi.[21]
Penghargaan
Katalin Karikó telah menerima lebih dari 130 penghargaan dan pengakuan internasional atas kontribusinya dalam bidang biokimia. Pada 2 Oktober 2023, Majelis Nobel di Institut Karolinska mengumumkan bahwa Karikó dan Drew Weissman dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran 2023 atas pengembangan teknologi mRNA.[22][23][24] Pada 16 April 2024, Karikó menyumbangkan lebih dari setengah juta dolar dari hadiah Nobel yang diterimanya kepada almamaternya, Universitas Szeged.[25][26]
Pada tahun 2022, Karikó menerima Penghargaan Novo Nordisk bersama Drew Weissman atas kontribusi mereka dalam menemukan bentuk modifikasi nukleosida pada mRNA. Pada tahun 2023, ia diabadikan dalam National Inventors Hall of Fame atas penelitian yang dilakukannya mengenai mRNA.[27]
Karikó masuk dalam daftar "Time 100" tahun 2024 sebagai salah satu individu paling berpengaruh di bidang kesehatan.[28] Pada Desember 2024, ia juga termasuk dalam daftar "100 Women" BBC.[29]
↑Jung, Han Na (24 October 2022). "Lipid nanoparticles for delivery of RNA therapeutics: Current status and the role of in vivo imaging". Theranostics. 12 (17): 7509–7531. doi:10.7150/thno.77259. ISSN1838-7640.