Francis Crick adalah ahli biologi molekuler teoretis utama yang memberikan kontribusi signifikan dalam memahami struktur heliks DNA. Dia juga terkenal karena menciptakan istilah “dogma sentral”, yang merangkum prinsip bahwa informasi mengalir dari asam nukleat (DNA atau RNA) ke protein dan tidak dapat berbalik kembali ke asam nukleat. Konsep ini menyoroti sifat ireversibel dari langkah terakhir dalam transfer informasi genetik.
Di kemudian hari dalam kariernya, Crick menjabat sebagai Profesor Riset Terhormat J.W. Kieckhefer di Salk Institute for Biological Studies di La Jolla, California. Penelitiannya bergeser fokus ke neurobiologi teoretis, terutama untuk memajukan pemahaman ilmiah tentang kesadaran manusia. Dia tetap dalam peran ini sampai kematiannya, menunjukkan dedikasi tinggi pada ilmu pengetahuan; seperti yang dikatakan oleh Christof Koch, “dia menyunting naskah di ranjang kematiannya, seorang ilmuwan sampai akhir hayatnya.”[6]
The Quest for ConsciousnessDiarsipkan 2009-03-03 di Wayback Machine. – The Quest for Consciousness – 65minute audio program— a conversation on Consciousness with neurobiologist Francis Crick of the Salk Institute and neurobiologist Christof Koch from Caltech.
ListenDiarsipkan 2011-12-12 di Wayback Machine. to Francis Crick and James Watson talking on the BBC in 1962, 1972, and 1974.