Dulu burung ini ada di mana-mana, tetapi jumlahnya kini sudah jauh menurun karena perburuan dan penangkapan.[11] Di sawah pun sebagian besar sudah menghilang, terutama dari areal persawahan yang menggunakan pestisidakimia.[11] Pestisida tersebut membuat lumpur dan tanah tercemari, di mana di tempat tersebutlah Kareo padi mencari makanannya yang berupa biji-bijian, cacing, serangga, dan siput kecil.[11]
Ciri-ciri
Tinggi burung kareo padi biasanya dapat mencapai 20cm dengan panjang 15cm.[9] Bentuk tubuh burung kareo padi adalah ramping dengan ekor pendek, sedang paruh serta kakinya mempunyai ukuran lumayan panjang.[7] Kemudian, bulu-bulunya berwarna cokelat keabu-abuan tua, tetapi muka, tenggorongkan, serta dadanya didominasi warna putih yang mencolok.[7]
Ketika berjalan, ekornya biasa ditegakkan dan warna bagian bawah tubuhnya yang kadru bisa terlihat.[7] Untuk burungdewasa memiliki warna hitam dan putih yang mencolok.[9] Baik burung dewasa maupun muda, keduanya sama-sama mempunyai paruh yang berwarna kuning gading.[9] Untuk ukuran kakinya, butung kareo padi bisa dibilang memiliki kaki yang cukup kurus dan tinggi daripada proposi tubuhnya dengan berselimut warna kuning.[9]Hewan yang satu ini suka mengendap-endap dalam semak yang lembap dan dapat bertelur sepanjang tahun.[7][9]
Burung ini memiliki suara yang luar biasa, yakni bersuara uwok-uwok dan sangat ribut, beberapa ekor berdendang bersama berupa dengkuran, kuikan, dan ketukan yang berbunyi turr-kruwak atau per-per-a-wak-wak-wak, juga dengan suara lain yang berlangsung sampai lima belas menit pada siang dan malamhari.[7]
Tempat hidup dan Kebiasaan
Burung kareo padi biasanya hidup di dataran rendah sampai dengan ketinggian yang mencapai 1.600 meter di seluruh Sunda Besar.[4] Umumnya burung ini hidup sendirian, kadang-kadang berdua atau bertiga.[4] Dia akan keluar dari persembunyiannya ke tempat terbuka untuk mencari makanan, sehingga lebih terlihat daripada ayam-ayaman lainnya.[7] Selain itu, kareo padi juga mempunyai kesenangan untuk memanjat-manjat semak dan pohon kecil.[4]Sarangnya berada di antara alang-alang, rumput tinggi, atau semak belukar yang padat, dibuat 1 sampai 2 meter di atas tanah dan berbentuk cekungan yang dangkal yang alasnya terbuat dari ranting kecil, batangtumbuhan yang menjalar, ataupun dedaunan.[9]
Referensi
12"Daftar Spesies Burung di Indonesia (320)". Burung Indonesia (ditangkap layar lalu disimpan di GitHub & Internet Archive). Burung Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 23 Desember 2025. Diakses tanggal 23 Desember 2025.