Kalkun liar (Meleagris gallopavo) merupakan burung buruan dataran tinggi yang berasal dari Amerika Utara, dan menjadi salah satu dari dua spesies kalkun yang masih hidup serta merupakan anggota terberat dalam ordo Galliformes. Burung ini merupakan leluhur dari kalkun domestik (MG domesticus), yang pada awalnya dijinakkan dari subspesies kalkun liar asal Meksiko selatan, bukan dari kalkun merak yang berkerabat dekat.
Deskripsi
Kalkun liar dewasa memiliki kaki yang panjang dengan warna kuning kehijauan hingga hijau keabu-abuan. Tiap kakinya memiliki tiga jari yang mengarah ke depan serta satu jari pendek yang mengarah ke belakang; pada jantan, terdapat taji di bagian belakang kaki bawah yang digunakan untuk bertarung dengan jantan lain. Bulu tubuhnya umumnya gelap atau kehitaman, terkadang cenderung abu-abu kecoklatan, dengan kilau tembaga yang semakin rumit pada jantan yang lebih tua. Pejantan dewasa memiliki kepala besar tanpa bulu yang berwarna kemerahan serta tenggorokan merah.[2] Betina memiliki bulu yang lebih suram, biasanya dalam nuansa coklat dan abu-abu. Parasit dapat membuat warna bulu kedua jenis kelamin tampak kusam, sehingga pada jantan, warna cerah sering menjadi penanda kesehatan.[3] Bulu primer pada sayap memiliki batang berwarna putih. Secara keseluruhan, kalkun memiliki sekitar 5.000 hingga 6.000 helai bulu.[4]
Habitat
Kalkun liar cenderung memilih habitat berupa hutan kayu keras atau hutan campuran konifer hingga kayu keras yang memiliki area terbuka seperti padang rumput, ladang, kebun, serta rawa musiman. Mereka dapat beradaptasi dengan berbagai komunitas vegetasi asli yang rapat, asalkan tersedia tempat berlindung dan area terbuka yang cukup. Hutan yang dewasa dan relatif terbuka dengan keragaman jenis pohon umumnya menjadi pilihan utama. Di wilayah Timur Laut Amerika Utara, kalkun liar paling umum ditemukan di hutan kayu keras yang dipenuhi oleh ek merah (Quercus rubra), serta area yang didominasi pohon Fagus grandifolia, ceri hitam (Prunus serotina), dan Fraxinus americana. Habitat terbaik di wilayah Dataran Pesisir dan Piedmont biasanya berada pada zona peralihan antara ruang terbuka, padang penggembalaan, dan lahan pertanian, terutama di sepanjang sungai besar serta di kawasan rawa yang ditumbuhi cemara rawa (Taxodium distichum) dan tupelo (Nyssa sylvatica).[5]
↑Hill, Geoffrey E.; Doucet, Stéphanie M.; Buchholz, Richard (2005). "The effect of coccidial infection on iridescent plumage coloration in wild turkeys". Animal Behaviour. 69 (2): 387–94. doi:10.1016/j.anbehav.2004.03.013. S2CID39103898.
↑"Wild Turkey Facts". nwtf.org. National Wild Turkey Federation. Diarsipkan dari asli tanggal 2009-11-13. Diakses tanggal 2025-11-15.