Kapal ini dirancang dan diproduksi oleh Ishikawajima-Harima asal Jepang.[1]Lunas kapal ini diletakkan di galangan milik Ishikawajima-Harima di Tokyo pada tanggal 13 Juni 1961.[1] Kapal ini kemudian mulai dioperasikan oleh Angkatan Laut Indonesia pada bulan Agustus 1961.[2] Awalnya dirancang sebagai sebuah kapal perawat kapal selam, kapal ini kemudian diubah menjadi kapal komando untuk Komando Armada RI Kawasan Timur pada akhir dekade 1960-an.[1]
KRI Multatuli sebelum dilengkapi hangar
Berat benaman Multatuli mencapai 3.220 ton, dengan panjang 103 meter (338ft)antara garis-garis tegak, dan panjang total sebesar 11.135 meter (36.532ft), balok sepanjang 16 meter (52ft), dan sarat air setinggi 698 meter (2.290ft).[1] Ditenagai dengan satu mesin diesel Burmeister and Wain berkekuatan 5,500 brake tenaga kuda (4,101kW), kecepatan maksimum kapal ini mencapai 18,5 knot (34,3km/h; 21,3mph), dan dapat berlayar sejauh 6,000 mil laut (11,112km; 6,905mi) dengan kecepatan 16 knot (30km/h; 18mph).[1] Kapal ini dilengkapi dengan enam meriam anti-pesawat terbang 37-milimeter (1,5in) dengan dua dudukan tunggal dan dua dudukan ganda, serta empat meriam anti-pesawat terbang 147-milimeter (5,8in) dengan dua dudukan ganda.[1] Sebuah meriam 76-milimeter (3,0in) awalnya dipasang di buritan kapal ini, tetapi kemudian diganti dengan platform helikopter.[2] Sebuah hangar lalu dipasang di atas kapal ini pada tahun 1998.[2] Kapal ini dioperasikan oleh 134 personil.[1] Kapal ini juga dapat melakukan pengisian suplai di laut.[2]
Sejarah operasional
Hingga tahun 2007, kapal ini masih aktif beroperasi.[1]