Juniperus thurifera adalah spesies arar yang berasal dari pegunungan Mediterania barat, tersebar dari selatan Prancis (termasuk Korsika) melalui Spanyol bagian timur dan tengah hingga Maroko, serta secara lokal di utara Aljazair. Nama thurifera berasal dari kata bahasa Latinturifer, yang berarti "penghasil atau pembawa dupa". Secara keseluruhan, spesies ini tidak dianggap terancam, dengan populasi yang sehat terutama di Spanyol. Namun, populasi di Afrika menghadapi tekanan berat akibat penggembalaan berlebihan, khususnya oleh kambing, sehingga dikategorikan sebagai Terancam Punah. Salah satu hutan arar terbesar di Eropa, yang didominasi oleh spesies ini, terdapat di Sierra de Solorio, Spanyol.[3][4][5]
Taksonomi
Nama ilmiah Juniperus thurifera diberikan oleh Carolus Linnaeus, dengan publikasi pertamanya tercatat dalam Species Plantarum volume 2 pada tahun 1753. Dengan demikian, otoritas resmi untuk spesies ini ditulis sebagai J. thurifera L., yang diakui sebagai nama sah dan valid. Nama genus Juniperus berasal dari istilah Latin tradisional untuk arar, yang kemudian diadopsi secara formal oleh Linnaeus.[6][7]
Deskripsi
Juniperus thurifera adalah semak atau pohon besar yang dapat mencapai tinggi 6–20 meter, dengan batang hingga 2 meter berdiameter dan mahkota yang berbentuk kerucut lebar hingga bulat atau tidak beraturan. Daunnya sangat aromatik dengan aroma pedas-resin dan terdiri dari dua bentuk, yaitu daun seperti jarum remaja sepanjang 8–10 milimeter pada bibit dan tidak teratur pada tanaman dewasa, serta daun sisik dewasa sepanjang 0,6–3 mm pada tanaman yang lebih tua. Daun-disusun dalam pasangan berlawanan, dan spesies ini merupakan tumbuhan berumah dua dengan tanaman jantan dan betina yang terpisah. Kerucut betina berbentuk seperti buah beri, berdiameter 7–12 mm, berwarna biru-hitam dengan lapisan lilin keputihan, dan mengandung 1–4 biji yang matang dalam sekitar 18 bulan, sedangkan kerucut jantan berukuran 3–4 mm dan melepaskan serbuk sarinya di awal musim semi.[8][4][3]
Spesies ini memiliki dua varietas yang kadang dianggap berbeda oleh beberapa penulis, meskipun tidak oleh yang lain. Varietas pertama, Juniperus thurifera var. thurifera, ditemukan di Spanyol dan Prancis, dengan buah matang 8–12 mm yang mengandung 2–4 biji. Varietas kedua, Juniperus thurifera var. africana Maire, berasal dari Maroko dan Aljazair, dengan buah matang 7–8 mm yang biasanya mengandung 1–2 biji.[8][4][3]