Juniperus heterocarpa Timb.-Lagr. ex Loret & Barrandon
Juniperus heterocarpa Timb.-Lagr. ex Nyman
Juniperus oxycedrina St.-Lag.
Juniperus rufescens Link nom. illeg.
Juniperus souliei Sennen
Juniperus tenella Antoine
Juniperus tremolsii Pau
Juniperus wittmanniana Fisch. ex Lindl. nom. inval.
Oxycedrus echinoformis Carrière
Oxycedrus ericoides Pandiani
Oxycedrus withmanniana Carrière
Juniperus oxycedrus adalah spesies arar yang asli dari seluruh wilayah Mediterania, tumbuh di berbagai lokasi berbatu mulai dari permukaan laut. Nama spesifik oxycedrus berarti "cedar tajam" dan kemungkinan merujuk pada cedar atau Cedrus yang dikenal oleh orang Yunani kuno.[3][4]
Deskripsi
Juniperus oxycedrus memiliki bentuk yang sangat bervariasi, mulai dari semak menyebar setinggi 2–3 meter hingga pohon kecil tegak setinggi 10–15 meter. Daunnya berbentuk jarum, tersusun dalam lingkaran tiga, berwarna hijau, dengan panjang 5–20 mm dan lebar 1–2 mm, serta memiliki pita stomata putih ganda yang dipisahkan oleh tulang tengah hijau di permukaan bagian dalam. Tanaman ini biasanya termasuk ke dalam tumbuhan berumah dua, dengan individu jantan dan betina terpisah. Kerucut bijinya menyerupai buah beri yang awalnya hijau dan matang menjadi oranye-merah setelah 18 bulan, dengan lapisan lilin merah muda yang bervariasi. Kerucut berbentuk bulat, berdiameter 7–12 mm, dan memiliki tiga hingga enam sisik yang tersusun dalam satu atau dua lingkaran, dengan tiga sisik besar masing-masing mengandung satu biji. Penyebaran biji terjadi ketika burung memakan kerucut, mencerna sisik berdaging, dan mengeluarkan biji keras melalui kotorannya. Kerucut serbuk sari berwarna kuning, panjang 2–3 mm, dan gugur segera setelah melepaskan serbuk sari di akhir musim dingin atau awal musim semi.[5][6][7]
Subspesies
Juniperus oxycedrus sangat bervariasi karena menyebar di wilayah yang luas, dan beberapa subspesies awalnya diakui. Namun, penelitian menunjukkan bahwa beberapa subspesies ini sebenarnya tidak terlalu terkait, sehingga beberapa di antaranya kini dianggap sebagai spesies tersendiri. Juniperus oxycedrus L., atau juniper berduri barat, tumbuh di Eropa barat daya, termasuk Portugal timur, Spanyol timur, Prancis selatan, Italia barat laut, Korsika, Sardinia, dan Afrika barat laut dari Maroko timur hingga Tunisia, dengan daun panjang, sempit di pangkal, dan kerucut halus. Juniperus navicularis Gand., atau juniper berduri Portugis, ditemukan di pesisir barat daya Portugal, dengan daun lebih pendek dan kerucut halus. Juniperus deltoides RP Adams, atau juniper berduri timur, tumbuh dari Italia tengah ke timur hingga Iran dan Israel, memiliki daun panjang dengan pangkal lebar dan kerucut dengan tepi sisik menonjol. Sementara itu, Juniperus macrocarpa (syn. J. oxycedrus subsp. macrocarpa), atau juniper berbuah besar, hidup di pasir pesisir Mediterania, dengan daun lebih lebar dan kerucut yang lebih besar dibanding spesies lainnya. Variasi bentuk daun, ukuran kerucut, dan wilayah tumbuh inilah yang membuat para ilmuwan memisahkan beberapa dari mereka menjadi spesies tersendiri.[8][9][10][11][12][13]
Kerabat dekat J. oxycedrus lainnya termasuk Juniperus brevifolia di Azores, Juniperus cedrus di Kepulauan Kanaria dan Juniperus formosana di AsiaTimur.[8][5]
Kegunaan
Minyak cade adalah minyakasiri yang diperoleh dengan cara penyulingan destruktif dari kayu semak ini. Minyak ini berwarna gelap dan memiliki aroma berasap yang kuat, digunakan dalam beberapa produk kosmetik dan obat perawatan kulit tradisional, serta sebagai dupa.[14][15] Pada kasus yang jarang, minyak cade dapat menimbulkan reaksi alergi yang parah pada bayi.[16]
↑Meiggs, R. 1982. Trees and Timber in the Ancient Mediterranean World.
↑MARIA PEPLER-HARCOMBE, ALETTA (2011). Ancient Furniture in Context: From Ancient Production, Preservation To Modern-Day Reconstruction And Conservation. South Africa: UNIVERSITY OF SOUTH AFRICA.
12Farjon, A. (2005). Monograph of Cupressaceae and Sciadopitys. Royal Botanic Gardens, Kew. ISBN1-84246-068-4
↑Adams, R. P. (2004). Junipers of the World. Trafford. ISBN1-4120-4250-X
↑Adams, R. P. (2000). Systematics of Juniperus section Juniperus based on leaf essential oils and RAPD DNA fingerprinting. Biochem. Syst. Ecol. 28: 515-528 available online (pdf file)Diarsipkan 2006-03-18 di Wayback Machine.
↑Adams, R. P. (2004). Juniperus deltoides, a new species and nomenclatural notes on Juniperus polycarpos and J. turcomanica (Cupressaceae). Phytologia 86: 49 - 53 available online (pdf file)Diarsipkan 2006-03-18 di Wayback Machine.
↑Boratyński, A.; Wachowiak, W.; Dering, M.; Boratyńska, K; Sękiewicz, K.; Sobierajska, K.; Jasińska, A.K.; Klimko, M.; Montserrat, J.M.; Romo, A.; Ok, T.; Didukh, Y. (2014). "The biogeography and genetic relationships of Juniperus oxycedrus and related taxa from the Mediterranean and Macaronesian regions". Botanical Journal of the Linnean Society. 174 (4): 637–653. doi:10.1111/boj.12147.
↑Rumeu, B.; Vargas, P.; Jaén-Molina, R.; Nogales, M.; Caujapé-Castells, J. (2014). "Phylogeography and genetic structure of the threatened Canarian Juniperus cedrus (Cupressaceae)". Botanical Journal of the Linnean Society. 175 (3): 376–394. doi:10.1111/boj.12172. S2CID82778706.