Pada Mei 1804, Soult diberikan gelar Marsekal Kekaisaran oleh Napoleon Bonaparte. Ia merupakan salah satu dari 18 orang penerima gelar tersebut pada saat gelar dibentuk kembali.[3]
Soult memainkan beberapa peran penting di banyak pertempuran terkenal selama Perang Napoleon selama memimpin Grande Armée, seperti di Pertempuran Austerlitz pada 1805 dan Jena pada 1806. Namun, ia absen dari Pertempuran Friedland karena pada hari yang sama ia sedang menguasai Konigsberg. Setelah penandatanganan Perjanjian Tilsit, ia kembali ke Prancis dan pada 1808 Napoleon memberikannya gelar Adipati Dalmatia ke-1 (Prancis: Duc de Dalmatie). Soult tidak kedengaran senang mendengar gelar tersebut karena ia merasa seharusnya ia diberi gelar Adipati Austerlitz, sebuah gelar yang hanya disandang oleh Napoleon. Tahun berikutnya, Soult ditunjuk sebagai komandan Korps II dengan tugas menginvasi Spanyol untuk Napoleon. Setelah memenangkan Pertempuran Gamonal, Napoleon menugaskan Soult untuk mengejar pasukan Letnan JenderalJohn Moore.[3] Di Pertempuran Corunna, John Moore gugur namun Soult gagal dalam menghalau kemunduran pasukan Inggris ke lautan.
Keluarga dan anak
Pada 26 April 1796, Soult menikahi Johanna Louise Elisabeth Berg (1771–1852), putri dari Johann Abraham Berg (1730–1786) melalui pernikahan dengan Wilhelmine Mumm di Solingen.[4] Ia meninggal di Château de Soult-Berg pada 22 Maret 1852. Kedua pasangan memiliki tiga orang anak:
Napoléon (1802–1857), Adipati Dalmatia ke-2. Tidak memiliki anak, membuat garis keturunan Soult punah.